LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Jatuh Bangun Bisnis Forrest Li, Orang Terkaya Singapura Pendiri Shopee dan Garena

Forrest Li mencatatkan namanya sebagai orang terkaya nomor 7 di Singapura versi Forbes. Kekayaannya, per 18 Agustus, mencapai USD 7,1 miliar atau Rp 104 triliun (asumsi Rp 14.788 per USD). Sebelum memulai bisnisnya, Li sempat menjadi pegawai di Motorola dan Corning.

2020-08-24 08:00:00
Orang terkaya
Advertisement

Forrest Li mencatatkan namanya sebagai orang terkaya nomor 7 di Singapura versi Forbes. Kekayaannya, per 18 Agustus, mencapai USD 7,1 miliar atau Rp 104 triliun (asumsi Rp 14.788 per USD).

Dilansir dari Forbes, sebelum memulai bisnisnya, Li sempat menjadi pegawai di Motorola dan Corning. Keinginannya membuka bisnis lahir dari keseringannya mengevaluasi resume calon pekerja yang kemudian membuatnya berpikir mau jadi apa dirinya di masa depan.

"Saya akhirnya menyadari akan seperti apa resume saya dalam lima tahun mendatang. Dan saya tidak menyukainya," ujarnya.

Advertisement

Pada 2005, Li menghadiri perayaan kelulusan istrinya Ma Liqian di mana Steve Jobs menjadi salah satu penceramah. Saat itu perkataan Jobs menginspirasi Li untuk mengejar ambisinya di bidang game online. Tak lama dia mendirikan GG Game di Singapura.

Sayang GG Game tak sukses. Li lalu kembali membangun Garena di 2009 bersama David Chen dan Gang Ye. Keduanya kini juga seorang miliuner sama seperti Li.

Garena juga mengalami nasib serupa. Li pun menjual Garena pada 2010 kepada Riot Games dan Tencent. Pada 2014, Li Cs meluncurkan AirPay yang nantinya berubah menjadi jasa keuangan digital SeaMoney. Setahun berikutnya, Sea meluncurkan e-commerce bernama Shopee.

Advertisement

Mantan Presiden Sea, Nick Nash, mengatakan langkah Li ini menjadi rencana yang terinspirasi oleh Alibaba dan Tencent untuk menggarap pasar Asia Tenggara. Di 2017, Li membawa Sea menuju lantai bursa dan meraup USD 884 juta. Nilai perusahaan turut meningkat menjadi USD 4 miliar.

"Rencana Li jelas, membawa model bisnis dari China dan menerapkannya ke pasar lokal," ujar Nash.

Virus Corona Datangkan Cuan

Pandemi corona membuat aktivitas manusia kini menjadi online. Garena pun meraup keuntungan di mana pengguna aktif meningkat menjadi 500.000 di kuartal II berkat game Free Fire. Free Fire, menurut aplikasi peneliti Annie, menjadi game paling banyak diunduh nomor 3 di dunia.

Shopee juga mengalami kenaikan kinerja selama pandemi. Di kuartal II, Shopee mencatatkan total pesanan mencapai 616 juta atau meningkat 150 persen di periode yang sama tahun lalu.

Namun, Shopee masih mencatatkan kerugian hingga USD 345 juta di kuartal II. Kerugian ini meningkat dari periode yang sama tahun lalu akibat persaingan menggenjot pangsa pasar dengan layanan serupa seperti Lazada dan Tokopedia yang keduanya dimiliki Alibaba.

"Kerugian Shopee masuk akal untuk tahap ini mengingat peningkatan pangsa pasar menjadi prioritas dibanding keuntungan saat ini. Di saat penetrasi e-commerce masih rendah," ujar Kepala Peneliti Telekomunikasi, Media dan Teknologi DBS Singapura, Sachin Mittal.

Bisnis ketiga Li ialah SeaMoney. Layanan jasa keuangan digital ini menjadi yang terkecil dibanding dua bisnis lainnya. Di mana, pada kuartal II, SeaMoney mencatatkan pendapatan USD 12 juta atau 1 persen dari total pendapatan perusahaan.

Fungsi SeaMoney sejauh ini ialah membantu bisnis Shopee dalam hal pembayaran digital. Di Juli, 45 persen pemesanan Shopee di Indonesia menggunakan layanan SeaMoney untuk sistem pembayarannya.

Li mengatakan, untuk saat ini, Sea masih akan fokus di 3 bisnis utamanya ini. Namun, dia tidak menutup kemungkinan ekspansi jika suatu saat ada peluang. Seperti di bidang pesan antar makanan, pendidikan dan kesehatan online.

Di jangka panjang, Sea berkomitmen untuk terus berkembang, dimulai dengan berekspansi keluar pasar Asia Tenggara. Dia mencontohkan, Garena, saat ini lebih dari setengah penggunanya berasal dari luar Asia Tenggara termasuk India, Amerika Selatan, Timur Tengah dan Rusia. Namun, Li menekankan bahwa Asia Tenggara masih menjadi fokus utama pasar Sea.

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.