Jasa Marga peroleh kredit sindikasi Rp 7,76 T garap proyek jalan tol
PT Jasa Marga (Persero) tbk, melalui kelompok usahanya, PT Jasamarga Pandaan-Malang, Badan Usaha Jalan Tol Pandaan-Malang dan PT Jasamarga Manado-Bitung, Badan Usaha Jalan Tol Manado-Bitung, memperoleh pembiayaan kredit sindikasi sebesar Rp 7,765 triliun.
PT Jasa Marga (Persero) tbk, melalui kelompok usahanya, PT Jasamarga Pandaan-Malang, Badan Usaha Jalan Tol Pandaan-Malang dan PT Jasamarga Manado-Bitung, Badan Usaha Jalan Tol Manado-Bitung, memperoleh pembiayaan kredit sindikasi sebesar Rp 7,765 triliun.
Kredit tersebut untuk membiayai pembangunan Jalan Tol Pandaan-Malang senilai Rp 4.179 triliun dan Manado-Bitung senilai Rp 3,586 triliun.
Kredit sindikasi untuk Proyek Jalan Tol Pandaan-Malang diberikan oleh Bank Mandiri, BNI dan BCA sebagai Joint Mandated Lead Arranger and Book Runner (JMLAB) dengan kreditur dari Bank ICBC Indonesia, Bank Indonesia Eximbank dan Bank Jateng, Agen Fasilitas BCA, Agen Jaminan Bank Mandiri dan Agen Penampungan BNI.
Sedangkan kredit sindikasi untuk Proyek Jalan Tol Jasamarga Manado-Bitung diberikan oleh BNI, BCA, Bank Mandiri dan Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebagai Joint Mandated Lead Arranger and Book Runner (JMLAB) dengan kreditur dari Bank ICBC Indonesia, Bank Sulselbar, Bank RiauKepri dan Bank Jateng, Agen Fasilitas BNI, Agen Jaminan BCA dan Agen Penampungan Bank Mandiri.
PT Jasa Marga Pandaan Malang merupakan perusahaan patungan PT Jasa Marga dengan PT PP (Persero) dan PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero). Di mana, PT Jasa Marga, memiliki kepemilikan saham sebesar 60 persen, PT PP sebesar 35 persen dan PT Sarana Multi Infrastruktur sebesar 5 persen.
Kemudian, PT Jasamarga Manado Bitung merupakan perusahaan patungan dengan komposisi kepemilikan saham PT Jasa Marga sebesar 65 persen, PT WIKA (Persero) sebesar 20 persen dan PT PP (Persero) sebesar 15 persen.
Direktur Keuangan PT Jasa Marga, Donny Arsal mengatakan pihaknya akan membangun jalan tol Pandaan Malang sepanjang 37,62 km. Sementara itu untuk jalan Tol Manado Bitung akan dibangun sepanjang 39,90 km. Kedua proyek jalan tol tersebut ditargetkan dapat beroperasi pada Tahun 2019.
"Hari ini dilakukan penandatangan perjanjian kredit sindikasi untuk dua proyek jalan tol. Di mana masing masing panjangnya jalan tol Pandaan Malang sepanjang 37,62 km. Sementara itu untuk jalan Tol Manado Bitung akan dibangun sepanjang 39,90. Keduanya ditargetkan selesai 2019," ujar Donny di Kantornya, Jakarta, Jumat (13/10).
Untuk masing-masing progres proyek jalan tol hingga 30 September Tahun 2017 adalah sebagai berikut. Untuk Jalan Tol Pandaan Malang:
Seksi I: Pandaan-Purwodadi (14,92 Km), progres pembebasan lahan 85,76 persen, sedangkan progres konstruksi 16,10 persen.
Seksi II: Purwodadi-Lawang (8,00 Km), progres pembebasan lahan 79,41 persen, progres konstruksi 3,72 persen.
Seksi III: Lawang-Pakis (7,50 Km), progres pembebasan lahan 95,85 persen, progres konstruksi 2,81 persen.
Seksi IV: Pakis I-Pakis II (4,10 Km), progres pembebasan lahan 28,24 persen.
Seksi V: Pakis II-Malang (3,10 Km), progres pembebasan lahan 41,41 persen, progres konstruksi 0,42 persen.
Sementara itu untuk Jalan Tol Manado Bitung, progresnya adalah sebagai berikut:
Seksi II A: Airmadidi-Danowodu (11,5 km), progres pembebasan lahan 84 persen, progres konstruksi 21,7 persen.
Seksi II B: Danowodu -Bitung (13,5 km), progres pembebasan lahan 16,03 persen
Kemudian untuk konstruksi, Seksi I A jalur Ring Road Manado-Sukur sepanjang 7,9 km dan Seksi I B jalur Sukur-Air Madidi sepanjang 7 km. Kedua sesi tersebut pembangunannya dilakukan sendiri oleh Pemerintah.
Baca juga:
Cerita Jokowi soal alasan dirinya rajin blusukan ke lokasi proyek
Diresmikan Presiden Jokowi, tol Palindra seksi 1 diminta gratis hingga akhir tahun
Djarot minta pembangunan venue olahraga air & dermaga di Ancol Barat dipercepat
Komersialisasi Bandara Pondok Cabe terkendala crossing signal
Menteri Basuki siapkan Rp 20 triliun bangun infrastruktur di Sumatera
Politisi PDIP puji komitmen Jokowi bangun infrastruktur
Membedah prediksi Presiden Jokowi, 2045 ekonomi Indonesia terbesar ke-4 dunia