Japfa gandeng DPLH Makassar beri pendampingan sekolah sehat
Berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya, Japfa mengusung pendekatan baru untuk mengembangkan sekolah menjadi tempat yang sehat dan nyaman serta menumbuhkan perilaku hidup bersih dan sehat bagi anak-anak.
Salah satu perusahaan yang bergerak dalam bidang agri-food, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk menggandeng Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPLH) Provinsi Makassar serta Puskesmas Sudiang, Kecamatan Biringkanaya menggelar pelatihan Japfa4Kids di SD Inpres Bakung 1 & 2. Kerja sama digelar agar perusahan dapat mensinergikan tujuan program dengan melibatkan stakeholder sebagai mitra yang membantu dalam proses pelatihan, pendampingan hingga pengawasan program.
Head of Social Investment Department Japfa, R. Artsanti Alif mengatakan, peserta kegiatan ini terdiri dari guru dan perwakilan siswa dari 5 Sekolah Dasar, di antaranya SD Buq'atun Mubarakah, MI An-Nashar, SD Inpres Lailakang, SD Inpres Bakung 1 & 2. Japfa memberikan pelatihan kepada guru demi mendukung penguatan sistem yang berlaku di sekolah, pelatihan ini berupa pelatihan manajemen tata kelola sekolah yang dikenal dengan istilah 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, dan Shitsuke).
"Tak hanya menyasar para guru, kita juga melatih anak-anak untuk menjadi duta perubahan, ada tiga jenis pelatihan di antaranya Pelatihan Duta Makanan Sehat, Pelatihan Duta Anak Sehat, dan Pelatihan Duta Lingkungan," ucap Artsanti dalam keterangannya dikutip merdeka.com di Jakarta, Senin (14/8).
Dalam kegiatan ini, para siswa diajak menularkan dan mempraktikkan pengetahuan yang telah didapat ke sesama temannya. Dengan demikian, efek bola salju ini akan dapat terus bergulir hingga tujuan program ini dapat terwujud. Hal tersebut, tentunya perlu diimbangi dengan upaya monitoring dan evaluasi yang rutin dilaksanakan pada kurun waktu tertentu.
Berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya, Japfa mengusung pendekatan baru untuk mengembangkan sekolah menjadi tempat yang sehat dan nyaman serta menumbuhkan perilaku hidup bersih dan sehat bagi anak-anak. "Tahun ini, Japfa ingin berbuat lebih dengan memastikan perubahan terjadi di sekolah dan berkesinambungan. Berbeda dengan tahun sebelumnya, kami akan menempatkan dua orang fasilitator untuk menjadi pendamping bagi sekolah untuk mendorong terjadinya perubahan," jelasnya.
Upaya Japfa untuk memastikan perubahan secara berkesinambungan diwujudkan dengan masa pendampingan selama 6 bulan kegiatan. Selama masa pendampingan, Japfa mendorong sekolah untuk membuat komite sekolah yang nantinya bertanggungjawab untuk melaksanakan program. Komite ini yang nantinya memastikan perubahan di sekolah. Setidaknya dua aspek yang didorong untuk berubah yaitu mendorong terbentuknya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat serta mendorong terbentuknya Sekolah Sehat.
UPT Dinas Pendidikan Kecamatan Biringkanaya, Masdir mendukung upaya Japfa yang peduli akan pentingnya menumbuhkan perilaku hidup bersih dan sehat di sekolah. Sekolah dapat dikatakan sebagai rumah kedua bagi para siswa dan guru. Hal tersebut dapat menjadi ancaman apabila lingkungan sekolah tidak dijaga dengan baik.
"Kami merasa beruntung mendapatkan kesempatan dibina dan didampingi oleh Japfa selama beberapa bulan ke depan. Kegiatan positif ini menjadi motivasi bagi pihak sekolah untuk dapat mewujudkan lingkungan belajar yang sehat dan nyaman," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Masdir menandatangani Perjanjian Kerja sama sebagai bentuk komitmen Japfa melakukan pendampingan di 5 sekolah dasar. "Saya berharap ke depannya sekolah dapat mewujudkan perubahan yang positif dan mampu bahu membahu mewujudkan sekolah bersih, sehat dan nyaman, tutupnya."
Baca juga:
Ekonomi RI melambat, Menko Darmin sebut dampak 5 tahun lalu
Presiden Jokowi: Jangan pikir kita hanya bangun infrastruktur
Ingin dapat gaji besar, coba geluti 8 sektor industri ini
Ini cara OJK dorong pertumbuhan pasar modal Indonesia
Pemerintah targetkan tol Trans Jawa mulai bisa digunakan akhir 2018