Janji China ke Jokowi jika garap kereta cepat Jakarta-Bandung
"Kami juga menjamin akan memberikan pelatihan dan transfer teknologi seperti yang diharapkan oleh pihak Indonesia."
Menteri Komisi Pembangunan Nasional dan Reformasi China, Xu Shaoshi didampingi 11 (sebelas) orang pejabat pemerintahannya menemui Sekretaris Kabinet (Seskab) Andi Widjajanto. Pertemuan digelar di ruang audiensi Gedung Utama Kementerian Sekretariat Negara (Kemensetneg), Jakarta.
Dalam pertemuan ini, Xu Shaoshi kembali melobi pemerintahan Indonesia agar segera merealisasikan pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung. Xu berharap platform kerjasama antara Indonesia dan China ke depannya adalah kerjasama infrastruktur dan pengembangan kapasitas produksi.
"Investasi massal di bidang infrastruktur diharapkan dapat membangkitkan perekonomian kedua negara," ujar Shaoshi seperti dilansir dari situs Sekretariat Kabinet di Jakarta, Selasa (11/8).
Shaoshi berharap, pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung akan menjadi langkah awal untuk mengembangkan kerjasama antara Indonesia dan China yang lebih baik ke depannya.
Dia menjelaskan, untuk proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, pemerintah China menawarkan perusahaan bersama (joint venture) BUMN Indonesia - China untuk mengelola kereta api cepat tersebut, dengan komposisi saham Indonesia memegang 60 persen dan 40 persennya dipegang oleh Tiongkok.
"Kami juga menjamin akan memberikan pelatihan dan transfer teknologi seperti yang diharapkan oleh pihak Indonesia," kata Shaoshi.
Xu Shaoshi kemarin telah melakukan presentasi di depan Presiden Joko Widodo (Jokowi), di Istana Merdeka, Jakarta.
(mdk/idr)