LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Jamin ketersediaan, gerakan hemat energi kembali digaungkan

"Ini (hemat energi) merupakan upaya masif yang harus dilakukan di semua sektor ekonomi, termasuk sektor Konsumen pemakai energi final seperti listrik dan BBM.".

2017-12-06 16:14:36
hemat energi
Advertisement

Masyarakat Konservasi dan Efisiensi Energi Indonesia (MASKEEI) menggelar Munas II di Lagoon Garden Room Hotel Sultan hari ini, Rabu (6/11). Acara ini membahas langsung rencana aksi nasional mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), khususnya membahas peranan upaya konservasi dan efisiensi energi di sektor industri, gedung dan mobilitas.

Ketua Umum MASKEEI periode 2014-2017, R.M. Soedjono Respati mengatakan, salah satu tujuan yang sangat krusial TPB adalah untuk menjamin ketersediaan energi bersih dan berkelanjutan, (Clean and Sustainable Energy) serta terjangkau bagi seluruh warga dunia. Energi bersih dan berkelanjutan terdiri dari energi terbarukan, ditambah dengan hasil upaya efisiensi dan konservasi energi tidak terbarukan.

"Ini merupakan upaya masif yang harus dilakukan di semua sektor ekonomi, termasuk sektor Konsumen pemakai energi final seperti listrik dan BBM," katanya.

Advertisement

Menurutnya, efisiensi energi melalui penerapan teknologi modern maupun perubahan perilaku pemanfaatan dikatakan tercapai jika terjadi pengurangan jumlah konsumsi tanpa harus mengalami penurunan manfaat dari pemakaian energi dengan tujuan produktif maupun konsumtif.

"Indonesia, selama puluhan tahun pembangunan selalu fokus untuk memenuhi pasokan energi dengan menambah kapasitas produksi energi primer dan pembangkitan tenaga listrik nasional (sisi supply) tetapi kurang memperhitungkan faktor pemborosan energi di sisi pemanfaatannya (demand side)."

Selain itu, ditambah adanya subsidi energi yang terus membengkak selama berpuluh tahun di masa lalu, masyarakat pemakai energi sulit untuk disadarkan akan pentingnya penghematan energi. Di samping itu kebijakan 'penghematan energi' sering disalah-artikan oleh kalangan menengah ke bawah dari pemakai energi, seolah-olah harus mengorbankan kenyamanan hidup mereka, karena tingkat pemakaian energi yang dinikmatinya masih rendah.

Advertisement

"Kalau dikaitkan dengan upaya mitigasi dampak perubahan iklim global, masalah energi akan menjadi tantangan semakin serius untuk mencapai sasaran Perjanjian Paris 2015, terutama karena kebutuhan energi dari negara-negara berkembang (China, India, Brasil, Indonesia) akan terus meningkat, sedangkan negara-negara itu masih sangat tergantung dari energi fosil yang pemanfaatannya menimbulkan dampak Gas Rumah Kaca (GRK) yang menyebabkan pemanasan global dan perubahan iklim," katanya.

Upaya efisiensi energi tidak hanya membuat energi lebih produktif tetapi juga mampu menghemat jumlah energi yang dipakai karena pengurangan jumlah pemakaiannya. Oleh karena itu saat ini hasil dari upaya efisiensi energi dianggap sebagai 'sumber energi pertama (first fuel). "Artinya sebelum kita menambah sumber energi untuk keperluan apapun, kita harus pertama-tama memenuhi kebutuhan kita melalui efisiensi energi," tegasnya.

Di samping acara diskusi panel tersebut, acara Munas MASKEEI juga diramaikan dengan sebuah Acara Seminar tentang 'Digital Solutions For Energy Efficiency' yang akan diikuti oleh Schneider Electric, sebuah perusahaan kelas dunia berkantor pusat di Paris, Prancis yang memproduksi berbagai solusi digital untuk meningkatkan produktivitas energi. Selain itu ada Huawei, perusahaan asal Cina yang bergerak di bidang CIT dan Green IT Indonesia, yang menekuni perkembangan teknologi CIT untuk berbagai solusi di bidang ekonomi dan sosial.

Baca juga:
Perluas jaringan gas bumi, Menteri Jonan blusukan ke rumah warga
Ini hitung-hitungan penghematan listrik di rumah pakai panel surya
PLTP dan PLTU diprotes, Ganjar tawarkan nuklir ke masyarakat
Dikira sawah, ternyata ini adalah ladang panel surya
Uganda ciptakan kompor berbahan batuan vulkanik

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.