Jalur KA cepat Jakarta-Bandung punya 22 titik kritis, salah satunya terowongan Halim
Halim merupakan critical point yang paling utama sebab selain ada tunnel juga akan dibangun elevated (jalur melayang).
Komisaris Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Sahala Lumban Gaol mengatakan jalur Kereta Cepat Jakarta-Bandung memiliki setidaknya 22 critical point (titik kritis). Salah satu yang tersulit adalah pembangunan tunnel (terowongan) di daerah Halim.
"Sepanjang Jakarta-Bandung itu ada sekitar 22 titik critical, satu di DKI Jakarta di Halim," kata Sahala saat ditemui usai rapat di Gedung Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Selasa (20/2).
Halim merupakan critical point yang paling utama sebab selain ada tunnel juga akan dibangun elevated (jalur melayang). "Nanti di Halim itu ada elevated, abis itu juga tunnel. Lumayan panjang dan butuh waktu membangunnya critical point di sana," ujarnya.
Pembangunan tunnel di Halim memakan waktu lama sebab harus melalui proses pengeboran yang panjang yaitu 2,6 Km. "Itu kalau gak salah 2,6 Km, butuh waktu mungkin 26 bulan mungkin hanya untuk bangun tunnel itu aja."
Saat ini, lanjutnya, pembangunan tunnel di Halim sudah dalam tahap persiapan. "Sekarang sudah persiapan."
Selain itu, critical point lainnya adalah elevated di daerah Karawang. Kemudian di Bandung juga akan dibangun tunnel lainnya.
"Di daerah Karawang ada itu yang elevated. Di Bandung terowongan Walini, sudah dibor."
Sebagai informasi, Kereta cepat Jakarta-Bandung tersebut memiliki platform teknologi EMU China dengan kecepatan 350 Km/Jam namun akan disesuaikan dengan jarak tempuh sepanjang 142 Km menjadi 200 km per jam. Sehingga waktu tempuh Jakarta-Bandung hanya akan memakan waktu sekitar 45 menit.
Memiliki empat stasiun, yakni Stasiun Halim, Stasiun Karawang, Stasiun Walini dan Stasiun Tegalluar (Bojongsoang, Kabupaten Bandung). Juga akan dilengkapi dengan kawasan terintegrasi dengan moda transportasi masal atau transit oriented development (TOD) di tiga titik yaitu Karawang, Walini, dan Tegalluar. Nantinya, kereta cepat akan terintegrasi dengan Mass Rapid Transit (MRT) di kawasan Bandung Raya.
Baca juga:
Membengkak lagi, nilai proyek kereta cepat Jakarta-Bandung jadi USD 6,071 miliar
Menko Luhut masih kaji rute Kereta Cepat Jakarta-Bandung diperpanjang hingga Solo
Fakta anyar proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung, termasuk rute ditambah hingga Solo
Skema pembiayaan kereta cepat Jakarta-Bandung belum temui titik temu
Pembebasan lahan untuk proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung selesai bulan April