LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Jakarta Berkontribusi 70 Persen dari Perputaran Uang Nasional

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan, Jakarta merupakan jantung Indonesia. Perputaran uang, ekonomi dan bisnis sebagian besar terjadi di kota ini. Belum lagi aktivitas ekonominya berjalan siang dan malam.

2021-06-23 13:46:15
Lockdown
Advertisement

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira mengatakan, Jakarta merupakan jantung Indonesia. Perputaran uang, ekonomi dan bisnis sebagian besar terjadi di kota ini. Belum lagi aktivitas ekonominya berjalan siang dan malam.

"Jakarta asumsinya punya kontribusi 70 persen terhadap perputaran uang nasional. Kami kalkulasi lockdown nasional sekurangnya membutuhkan biaya Rp11-25 triliun selama 14 hari," kata Bhima kepada merdeka.com, Jakarta, Rabu (23/6).

Pemerintah menyebut dibutuhkan biaya besar untuk membiayai kebutuhan masyarakat selama lockdown imbas pandemi Virus Corona. Dalam sehari saja membutuhkan biaya mencapai Rp550 miliar hanya untuk wilayah DKI Jakarta saja.

Advertisement

Dia mengatakan, Jakarta membutuhkan dana sebesar Rp7,7 triliun selama 2 minggu jika melakukan lockdown. Nilai tersebut jika memperhitungkan kebutuhan lockdown Rp550 miliar sehari. "Dengan asumsi lockdown Jakarta per hari Rp550 miliar kebutuhan dana, maka lockdown selama 2 minggu butuh biaya Rp7,7 triliun," imbuhnya.

Bhima mengatakan, Jakarta merupakan jantung Indonesia. Perputaran uang, ekonomi dan bisnis sebagian besar terjadi di kota ini. Belum lagi aktivitas ekonominya berjalan siang dan malam.

"Jakarta asumsinya punya kontribusi 70 persen terhadap perputaran uang nasional. Kami kalkulasi lockdown nasional sekurangnya membutuhkan biaya Rp11-25 triliun selama 14 hari," katanya.

Advertisement

Meski menelan dana triliunan, Bhima menyarankan pemerintah tetap mengambil langkah lockdown. "Biayanya lebih murah dibanding kerugian ekonomi daripada tidak lakukan lockdown," tandasnya.

Baca juga:
Pengusaha Dukung Pemerintah Terapkan PPKM Mikro Ketimbang Lockdown
CEK FAKTA: Hoaks Video Apel Persiapan Lockdown DKI, Ini Faktanya
Anggota DPR Desak Pemerintah Berlakukan PSBB, Bahkan Lockdown Total
Kasus Covid-19 Tinggi, Gubernur Sumut Tolak Terapkan Lockdown
Jakarta Butuh Dana Rp550 Miliar per Hari Jika Pemerintah Ambil Opsi Lockdown
Sandiaga Bakal Optimalkan Anggaran Bansos Jika Ada Keputusan Lockdown

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.