LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Jaga Rupiah, BI dinilai masih perlu naikkan suku bunga acuan

Bank Indonesia (BI) dinilai masih perlu menaikkan suku bunga acuan untuk menghadapi pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Untuk diketahui, saat ini Rupiah masih bertahan di level Rp 14.800an per USD.

2018-09-24 10:26:58
Bank Indonesia
Advertisement

Bank Indonesia (BI) dinilai masih perlu menaikkan suku bunga acuan untuk menghadapi pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Untuk diketahui, saat ini Rupiah masih bertahan di level Rp 14.800an per USD.

Komisaris Independen PT Bank Central Asia, Cyrillus Harinowo mengatakan, Bank Indonesia harus menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin untuk kenaikan 25 basis poin suku bunga acuan AS. Suku bunga AS saat ini 2 persen dan diprediksi masih akan naik ke angka 3,25 persen.

"Bank Indonesia harus naikkan 50 basis poin untuk kenaikan 25 basis poin FFR. Ini untuk menaikkan kestabilan Rupiah," ujar Cyrillus dalam acara Kafe BCA on the road di Yogyakarta, seperti ditulis Senin (24/9).

Advertisement

Cyrillus mengatakan Bank Indonesia memiliki kesempatan menaikkan suku bunga acuan sebanyak 12 kali dalam satu tahun sementara AS hanya 4 kali satu tahun. Dengan demikian, setiap suku bunga AS naik maka BI dapat mengimbangi.

"Karena FFR naikkan bunga 4 kali dalam setahun, sementara kita punya kesempatan naikkan bunga 12 kali setahun. Jadi ini bisa diimbangi," jelasnya.

Sementara itu, Pengamat Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM) Tony Prasetiantono mengatakan, Bank Indonesia harus mengimbangi kenaikan suku bunga AS untuk menjaga tergerusnya devisa dalam rangka stabilisasi Rupiah.

Advertisement

"BI harus naikkan lagi, timingnya kapan, apakah mendahului the Fed atau sebelumnya. Kalau saat ini mulai stabil dibawah Rp 15.000, lebih baik di sekitar FFR. Kalau tidak, korbannya cadangan devisa bakal tergerus lagi. Pilihannya gelontor cadangan devisa atau naikkan suku bunga atau kombinasi keduanya," jelasnya.

Baca juga:
Kenaikan suku bunga dinilai tak ampuh tekan depresiasi Rupiah
Sri Mulyani beberkan kondisi global yang harus diwaspadai Indonesia
LPS naikkan suku bunga penjaminan sebesar 25 bps, berlaku besok
Rupiah sentuh Rp 14.800 per USD, BTN bakal naikkan bunga kredit
Suku bunga acuan BI diprediksi capai 6,5 persen di 2019

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.