Jaga harga beras di bawah HET, pemerintah minta Bulog intensifkan operasi pasar
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution meminta Bulog untuk melanjutkan operasi pasar. Hal ini bertujuan supaya harga beras bisa didorong ke arah harga yang ditetapkan dalam HET (harga eceran tertinggi).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution meminta Bulog untuk melanjutkan operasi pasar. Hal ini bertujuan supaya harga beras bisa didorong ke arah harga yang ditetapkan dalam HET (harga eceran tertinggi).
"Jadi, pemerintah menugaskan Bulog untuk mengintensifkan dan meneruskan operasi pasar dan melaksanakan rastra dan meningkatkan jumlah dan jangkauannya," katan Menteri Darmin, di kantornya, Jakarta, Senin (15/1).
Darmin juga meminta operasi pasar tersebut secepatnya dilakukan hingga musim panen raya. Sebab menurutnya, panen dimulai pada bulan Februari sampai Maret, dan April musim puncak. "Tapi kalau harga sudah turun, terutama di tingkat petani. Kita akan perhatikan betul, maka operasi pasar akan kami hentikan, walaupun belum sampai akhir Februari," ujarnya.
Tambahnya, Bulog juga ditugaskan dalam menyerap gabah petani pada musim panen raya ini dengan harga yang sesuai. Panen raya akan dimulai pada pertengahan Februari hingga bulan Maret 2018 mendatang.
"Sehingga Bulog jangan sampai membeli gabah petani karena harga lebih tinggi daripada harga Bulog. Jadi, Bulog bisa beli. Aturan soal ini dituangkan dalam Inpres 25/2015," tandasnya.
Baca juga:
Mendag Enggartiasto Lukita lepas truk Operasi Pasar Perum Bulog
Pemerintah perluas titik operasi pasar turunkan harga beras
Turunkan harga, pemerintah sebar operasi pasar 13.000 ton beras Rp 9.300 tiap hari
Jelang Natal dan Tahun Baru, Pemkot Solo gelar operasi pasar
Bulog: Tidak ada batasan untuk membeli daging sapi & kerbau di operasi pasar