Jadi timses Jokowi-Ma'ruf Amin, bos Kadin fokus peningkatan lapangan kerja
Adapun fokus utama yang hendak dia coba utarakan kepada pasangan nomor urut 01 itu yakni soal penciptaan lapangan kerja. Menurutnya, penyerapan tenaga kerja adalah hal paling utama yang saat ini harus terus di ke depankan.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Rosan Roeslani mengaku siap menjadi bagian dari tim sukses (timses) Pasangan Calon (Paslon) Nomor 01, Joko Widodo - Ma'ruf Amin. Dia bahkan sudah bertemu langsung dengan Joko Widodo.
"Memang benar, saya sudah bertemu dan bicara dengan pak Presiden (Jokowi), juga dengan pak Pratikno (Menteri Sekretaris Negara). Hari Jumat saya diberitahu, saya diminta untuk TKN, terutama memberi masukan di bidang ekonomi, perdagangan, industri, investasi, semua yang sesuai dengan bidang kita," paparnya di kantornya, Jakarta, Senin (24/9).
"Terutama bahwa masukan yang diberikan ini implementasinya harus berjalan. Saya kan bergerak di sektor riil, jadi itu yang bisa saya sampaikan," tambah dia.
Meski secara tak langsung terlibat dalam hingar-bingar politik, Rosan mengatakan dirinya tetap akan mengambil sikap netral jika sedang bertugas sebagai Bos Kadin.
"Enggak (ngaruh) kok. Mas Sandi (Sandiaga Uno) dulunya adalah wakil ketua saya juga (di Kadin). Semua itu saya sampaikan atas nama pribadi, karena banyak juga ketua Kadin di provinsi yang maju di partai masing-masing. Ada yang dari Gerindra, Golkar, PDIP," urainya.
"Ini justru indahnya demokrasi. Saya mengerti bahwa masing-masing pasti punya aspirasi, itu silakan saja. Tapi Kadin-nya harus tetap punya posisi yang independen dan netral," tegas dia.
Adapun fokus utama yang hendak dia coba utarakan kepada pasangan nomor urut 01 itu yakni soal penciptaan lapangan kerja. Menurutnya, penyerapan tenaga kerja adalah hal paling utama yang saat ini harus terus di ke depankan.
"Itu yang sangat kita butuhkan, karena penyerapan tenaga kerja kita masih kurang. Saya rasa itu menjadi fokus utama kita, dengan bagaimana kita membuat itu menjadi lebih tinggi dan lebih baik lagi," tutur dia.
Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Bos Kadin sebut pengusaha siap bawa kembali 40 persen DHE hingga akhir 2018
Kadin lega defisit neraca perdagangan Indonesia Agustus mulai menurun
Kunjungi AS, Menko Luhut cari investor asing untuk Indonesia
Pengusaha sebut Presiden Jokowi perlu cabut subsidi BBM, ini sebabnya
5 Langkah pengusaha dukung penguatan ekonomi, termasuk gaji ekspatriat pakai Rupiah
Indonesia-Korsel tanda tangani 15 nota kesepahaman bisnis