LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Jadi menkeu, Chatib Basri janji naikkan harga BBM

Menurut Chatib, jika harga BBM naik, APBN sehat dan nantinya kepercayaan investor terjaga.

2013-05-21 13:10:16
BBM Naik
Advertisement

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi menjadi salah satu tugas awal yang siap dilaksanakan Menteri Keuangan Muhammad Chatib Basri. Dia percaya kebijakan itu bakal mengurangi defisit neraca transaksi berjalan dan menaikkan kepercayaan pasar pada pemerintah.

Chatib, yang ditemui usai dilantik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan menjaga agar defisit anggaran negara tidak melebar bakal menjadi fokusnya saat pertama kali bekerja. Sebab, jika rasio utang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) terhadap Produk Domestik Bruto terlalu besar, investor bakal kurang tertarik menanamkan modal di Indonesia.

"Kepercayaan investor untuk tidak akan meninggalkan sebuah negara, tergantung apakah kebijakan makronya bisa dipercaya atau tidak. Kalau bujet defisitnya besar, utang terhadap PDB-nya besar seperti yang terjadi di Eropa, maka confidence-nya (investor) hilang. Maka itu, fungsi utama yang harus dilakukan adalah bagaimana menjaga fiskal prudent," kata Chatib di Istana Negara, Selasa (21/5).

Advertisement

Pemerintah hanya menganggarkan kuota BBM subsidi 46,01 juta kiloliter dalam APBN 2013, dengan besaran Rp 274 triliun. Padahal, tren konsumsi masyarakat tumbuh sebesar 7-8 persen per tahun untuk BBM subsidi. Sehingga pengamat jauh-jauh hari sudah memperkirakan kuota BBM subsidi 2013 akan jebol, dan ujung-ujungnya subsidi premium bisa tembus sampai Rp 317 triliun.

Hal itu, menurut Chatib berbahaya. Sehingga prioritasnya adalah menaikkan harga BBM, supaya APBN lebih sehat dengan menghemat Rp 37 triliun. Dana itu bisa dialokasikan ulang untuk kebutuhan masyarakat miskin, dibanding pengguna BBM yang menurutnya kebanyakan kelas menengah atas.

"Ini yang segera dilakukan, kita lihat dari struktur subsidi (BBM). Subsidi yang ada itu hanya menguntungkan kelas menengah ke atas. Subsidi BBM kita harus ubah ini jadi subsidi kepada yang miskin dan membutuhkan. Dengan begitu maka subsidinya menjadi lebih tepat dan kehati-hatian fiskal menjadi terjaga," paparnya.

Advertisement

Menaikkan harga jual BBM menurut Chatib, akan menjadi salah satu strategi lain mengelola aliran dana asing yang masuk ke Indonesia agar lebih berkelanjutan. Pasalnya, dengan krisis di Eropa dan Amerika Serikat masih lesu, negara ini masih akan jadi tujuan investor internasional. Hal itu terbukti dari performa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terus mencetak rekor sejak awal tahun ini.

Jika penanam modal tidak diyakinkan agar berinvestasi berkelanjutan, imbasnya bisa berbahaya bagi keuangan negara.

"Ada kemungkinan arus uang mengalir ke pasar berkembang termasuk indonesia. Kemarin lihat IHSG bisa naik sampai 5.200, di satu sisi ini baik. Tapi kalau tidak diantisipasi, itu bisa create yg namanya bubble price, di mana harga asetnya naik terus, karena itu dia harus disalurkan, tergantung apakah kebijakan makronya bisa dipercaya atau tidak," kata Chatib.

(mdk/noe)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.