Jabar Siapkan Rp74 Miliar untuk Pembelian Alat dan Pemeriksaan Kesehatan
Berdasarkan data statistik Pemerintah Provinsi Jawa Barat tentang corona sejak wabah terjadi, total warga yang dipantau (tidak masuk rumah sakit) sebanyak 706 orang. Dari jumlah itu, yang sudah selesai isolasi pribadi sebanyak 256 orang.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan anggaran dua tahap untuk penanganan dan pencegahan virus corona. Tahap pertama sebesar Rp24 miliar, sedangkan tahap kedua sedang disiapkan Rp50 miliar.
"Anggaran itu dibagi dua tahap. Pertama Rp24 miliar, tahap kedua disiapkan Rp50 miliar kalau yang tahap pertama engga mencukupi. Mayoritas yang Rp24 miliar itu akan dibelikan alat kesehatan, bukan hanya alat pelindung diri," kata Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Minggu (15/3).
Berdasarkan data statistik Pemerintah Provinsi Jawa Barat tentang corona sejak wabah terjadi, total warga yang dipantau (tidak masuk rumah sakit) sebanyak 706 orang. Dari jumlah itu, yang sudah selesai isolasi pribadi sebanyak 256 orang.
Kemudian jumlah pasien dalam Pengawasan sebanyak 182 orang. Dari jumlah itu, 54 negatif, 28 menunggu hasil tes kesehatan. Lalu, ada 7 orang yang sebelumnya dinyatakan positif sejak adanya wabah corona. Mereka adalah dua warga Depok, satu warga Cianjur yang meninggal dunia dan ternyata bukan berhubungan dengan corona, dua orang di kabupaten Bekasi, satu orang di kota Bandung dan satu orang di kota Cirebon yang saat ini dirawat di RSUD Gunung Djati.
Lakukan Tes
Dia mengatakan sudah mulai melakukan test proaktif. Artinya tes tidak menunggu orang bergejala virus corona. Semua prosesnya dilakukan oleh laboratorium kesehatan Pemerintah Provinsi Jawa Barat bekerjasama dengan Universitas Padjadjaran (Unpad) dan Institut Teknologi Bandung (ITB). Pemeriksaan kesehatan pun dilakukan terhadap tenaga kesehatan di rumah sakit dan puskesmas.
"Nanti ribu-ribu orang yang tidak bergejala akan dites, sepertiga dananya untuk itu. ketika ada eskalasi kami punya kemampuan untuk mengetes lebih banyak. Itu sedang kita belanjakan. kemudian, per hari ini semua rumah sakit yang kekurangan alat pelindung diri sudah diberi. Di tiap kabupaten kota ini ada dana darurat juga. jadi tidak sepenuhnya dari pemprov jabar, terang dia.
Meski tak menyebut secara spesifik, Ridwan Kamil mengaku sudah membeli test kit dari sebuah negara di kawasan Asia. Kualitasnya diklaim sudah sudah teruji. Pembelian itu dilakukan sesaat setelah dia mengumumkan Jawa Barat siaga I virus corona pada bulan Februari lalu.
"Barangnya tidak ada di Indonesia. Pemprov sudah membeli duluan waktu kita awal februari siaga satu, kita sudah melakukan langkah langkah kesiapan, salah satunya membeli test kit itu," pungkasnya.
(mdk/idr)