LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Isu Reshuffle Kabinet Bawa Rupiah Hari ini Ditutup Melemah Menjadi Rp14.522 per USD

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) ditutup melemah ke level Rp14.522 per USD, Jumat (3/7). Rupiah tergelincir 145 poin dari penutupan sebelumnya di level Rp14.378 per USD. Faktor pelemahan nilai tukar salah satunya disebabkan oleh isu pergantian menteri atau reshuffle kabinet.

2020-07-03 16:11:07
Rupiah
Advertisement

Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) ditutup melemah ke level Rp14.522 per USD, Jumat (3/7). Rupiah tergelincir 145 poin dari penutupan sebelumnya di level Rp14.378 per USD.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi, mengatakan faktor pelemahan nilai tukar salah satunya disebabkan oleh isu pergantian menteri atau reshuffle kabinet. Isu ini menjadi hangat karena digaungkan pada masa pandemi.

"Presiden Joko widodo kemungkinan akan mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang kurang populer. Kebijakan tersebut bisa saja berupa pergantian para pembantunya berupa lembaga-lembaga yang kurang produktif atau merombak kabinetnya," ujarnya, Jakarta.

Advertisement

"Walaupun kebijakan tersebut merupakan hak prerogatif Presiden namun apa begitu mendesak perombakan tersebut. Sedangkan saat ini negara dalam keadaan darurat nasional akibat pandemi virus corona," sambungnya.

Dia mengatakan, dalam situasi seperti ini seyogyanya Presiden mengurungkan niatnya untuk mereshuffle kabinetnya atau lembaga-lembaga sampai masalah pandemi virus corona bisa teratasi.

"Sehingga Pemerintah bisa fokus terhadap penanganan pandemi virus corona yang sampai saat ini masih belum ada kepastiannya dan ini memerlukan kerja keras bukan saja pemerintah tetapi masyarakat juga harus bisa membantu mensosialisasikan agar pandemi virus corona kembali mereda," paparnya.

Advertisement

Dengan carut marutnya situasi saat ini, intervensi Bank Indonesia di pasar valas, obligasi dan SUN di perdagangan DNDF dan strategi bauran ekonomi yang diterapkan baik oleh Pemerintah maupun Bank Indonesia menjadi tidak berfungsi akibat pasar condong terhadap pernyataan Presiden.

"Kemudian, meningkatnya pandemi virus corona secara harian sehingga wajar kalau pasar kembali apatis sehingga arus modal asing yang sudah terparkir di pasar dalam negeri kembali keluar pasar dan ini harus di jadikan pelajaran terpenting bagi pemangku pejabat negara saat ini," tandasnya.

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.