LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

ISEI: Perekonomian Indonesia 2018 Sudah On The Track

Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), Destry Damayanti, mengapresiasi kinerja perekonomian Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada tahun ini. Menurutnya, ada beberapa indikator ekonomi yang dia pandang mengalami perbaikan di tahun ini.

2018-12-12 19:19:36
Pertumbuhan Ekonomi
Advertisement

Pengurus Pusat Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), Destry Damayanti, mengapresiasi kinerja perekonomian Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada tahun ini. Menurutnya, ada beberapa indikator ekonomi yang dia pandang mengalami perbaikan di tahun ini.

"Pencapaian perekonomian di 2018 itu menurut saya cukup baik ya, keseluruhan untuk kuartal keempat pertumbuhan ekonomi kita perkirakan 5,1 persen itu achievable. Kemudian inflasi di 3 persenan, itu sudah cukup baik," ucapnya di Gedung Kahmi Centre, Jakarta Selatan, Rabu (12/12).

Dengan kondisi ketidakpastian global yang tidak bersahabat, Destry menilai pemerintah cukup baik merespons dan mempertahankan perekonomian dalam negeri. "Dari segi fiskal lebih produktif ya, kelihatan dari deposit budget yang diperkirakan lebih rendah dari perkiraan awal 2,2 persen. Kemudian kita lihat dari penerimaan, khususnya penerimaan pajak dengan pencapaian di atas 90 persen itu buat kita juga prestasi sekali," ujarnya

Advertisement

Tak hanya itu, Destry pun menilai kebijakan Bank Indonesia (BI) dalam menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah cukup berhasil di tengah memanasnya sentimen global. "Jadi perekonomian 2018 ini kita pikir sudah on track ya," jelasnya.

Sementara itu, tantangan Indonesia pada tahun depan, menurutnya ialah pembangunan sumber daya manusia (SDM) dan peningkatan inovasi terutama di industri teknologi. "Sektor-sektor strategis seperti agriculture, fishery, pariwisata ternyata masih didominasi oleh level-level pekerja yang masih rendah. Kita berharap human capacity building semestinya jadi PR buat pemerintah," ujarnya.

"Jadi pemerintah harus lebih ke mikro melihat industri mana saja yang bisa diandalkan di 2019. Kemudian dikaitkan dengan pendidikan vokasi yang mengarah ke sektor-sektor itu. Ini agar program link and match bisa jalan, petakan supply dan demand," dia menambahkan.

Advertisement

Reporter: Bawono Yadika Tulus

Sumber: Liputan6

Baca juga:
Bank Mandiri Siapkan Rp 13,73 T Penuhi Kebutuhan Tunai Saat Natal dan Tahun Baru 2019
Bank Mandiri Prediksi Nilai Tukar di 2019 Sebesar Rp 14.900 per USD
Mimpi Bank Indonesia Jadikan Pesantren Pemain Ekspor Berkelas Dunia
Formula Anyar Harga BBM Tunggu Restu Menteri Sri Mulyani
OJK Pastikan Sanksi Fintech Terbukti Nakal dan Minta Korban Pelecehan Lapor Polisi
Bank Mandiri Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2019 Sebesar 5,2 Persen
BI Diprediksi Masih Akan Naikkan Suku Bunga Acuan, Ini Pemicunya

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.