LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

ISEF 2016 bahas produk dan akad keuangan syariah khas Indonesia

ISEF 2016 bahas produk dan akad keuangan syariah khas Indonesia. Pembahasan ini penting dilakukan untuk refleksi pengaturan dan pengembangan yang mengedepankan prinsip-prinsip syariah, serta untuk pembelajaran dalam penyusunan produk dan akad keuangan syariah selanjutnya.

2016-10-26 19:06:07
Ekonomi Syariah
Advertisement

Indonesia Shari’a Economic Festival (ISEF) 2016 membahas mengenai dinamika produk dan akad keuangan syariah khas Indonesia. Pembahasan ini penting dilakukan untuk refleksi pengaturan dan pengembangan yang mengedepankan prinsip-prinsip syariah, serta untuk pembelajaran dalam penyusunan produk dan akad keuangan syariah selanjutnya.

Seperti dikatakan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Henda, praktik keuangan syariah khas Indonesia ini akan menjadi bagian tersendiri dalam perkembangan keuangan syariah global. Hal tersebut disampaikan dalam peluncuran buku Dinamika Produk dan Akad Keuangan Syariah di Indonesia di Surabaya, Rabu (26/10).

Dia menjelaskan, perjalanan industri keuangan syariah di Indonesia diwarnai oleh beragam dinamika sejak kelahirannya pada akhir abad ke-20. Berbagai lembaga keuangan syariah telah bermunculan, mulai dari perbankan, asuransi, pasar modal, pegadaian, hingga lembaga keuangan mikro, koperasi, dan Baitul Mal wat Tamwil. Perkembangan lembaga syariah yang cukup signifikan dari tahun ke tahun membuktikan jika minat masyarakat terhadap keuangan syariah semakin tinggi dan meluas.

Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap produk yang memenuhi prinsip syariah, produk keuangan yang awalnya sederhana kini menjadi semakin kompleks. Berbeda dengan sistem keuangan konvensional, dalam sistem keuangan syariah setiap produk yang dikeluarkan selalu terikat pada akad-akad yang mendasarinya, yang bertindak sebagai landasan filosofis produk keuangan syariah. Akad syariah pun terus mengalami dinamika, untuk mengikuti perkembangan pasar.

Meski tumbuh cukup ekspansif, ekonomi syariah di Indonesia masih menghadapi tantangan. Pangsa keuangan syariah terhadap keuangan nasional maupun perekonomian masih sangat kecil, yaitu kurang dari 5 persen. Di sisi lain, ekonomi dan keuangan syariah dianggap dapat menjadi alternatif bagi pengembangan sistem ekonomi yang lebih aplikatif dan berkesinambungan. Untuk itu, akselerasi pengembangan ekonomi syariah menjadi semakin penting. Hal ini perlu diperhatikan oleh seluruh otoritas dan lembaga terkait.

Untuk menyediakan wadah berbagi informasi dan pandangan mengenai topik tersebut, Bank Indonesia juga menyelenggarakan seminar bertajuk Menyongsong Paradigma Baru Akselerasi Ekonomi dan Keuangan Syariah. Dalam seminar, para pembicara yang berasal dari Bank Indonesia, pemerintah serta perwakilan industri, saling bertukar pikiran dan menyamakan pandangan untuk memajukan ekonomi syariah.

Sinergi dari seluruh komponen bangsa ini baik regulator, akademisi, dewan syariah serta masyarakat diharapkan dapat menjadi katalis bagi pencapaian tujuan Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia.

Baca juga:
BI: Masyarakat lebih mengenal Pokemon dibanding istilah syariah
BI dorong literasi keuangan syariah masuk kurikulum pendidikan
Gus Ipul ingin Jawa Timur kembangkan ekonomi syariah
Triwulan III-2016, laba BNI Syariah tumbuh 37, 42 persen
OJK sebut keuangan syariah jadi salah satu alat atasi kemiskinan
Jokowi: Saya prioritaskan keuangan syariah dalam 5 tahun ke depan
OJK: Meski banyak tantangan, keuangan syariah RI masih menjanjikan

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.