Irigasi Bendungan Lampung: Batutegi dan Way Sekampung Aliri Puluhan Ribu Hektare Lahan Pertanian hingga Desember 2026
Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung mengestimasi kemampuan Irigasi Bendungan Lampung, yaitu Batutegi dan Way Sekampung, mampu mengairi 32.676 hektare lahan pertanian hingga Desember 2026.
Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung Lampung mengestimasi kemampuan Irigasi Bendungan Lampung, yaitu Bendungan Batutegi dan Bendungan Way Sekampung, dalam mengaliri lahan pertanian hingga Desember 2026. Estimasi ini menunjukkan potensi pengairan seluas 32.676 hektare. Kapasitas irigasi ini diharapkan dapat menjadi solusi penting bagi sektor pertanian di wilayah tersebut.
Kepala BBWS Mesuji Sekampung, Elroy Koyari, menyatakan bahwa kemampuan irigasi ini didasarkan pada sejumlah ketentuan yang telah diperhitungkan secara cermat. Perhitungan tersebut mencakup eksisting musim tanam dua seluas 4.192 hektare, dengan kebutuhan air baku sebanyak 950 liter per detik. Hal ini menunjukkan perencanaan yang matang untuk menjaga keberlanjutan pasokan air.
Pemanfaatan maksimal kedua bendungan ini menjadi strategi vital dalam mengantisipasi dampak El Nino yang berpotensi menyebabkan kekeringan. Dengan luas tanam yang signifikan ini, diharapkan ketahanan pangan di Lampung dapat terjaga. Upaya ini juga mendukung produktivitas pertanian di tengah tantangan perubahan iklim global.
Potensi Irigasi dan Antisipasi El Nino
Estimasi kemampuan Irigasi Bendungan Lampung dari Bendungan Batutegi dan Bendungan Way Sekampung untuk mengairi luas tanam hingga Desember 2026 mencapai 32.676 hektare. Angka ini mencerminkan kapasitas besar kedua bendungan dalam mendukung pertanian lokal. Perhitungan ini telah mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk kebutuhan air eksisting dan ketersediaan air.
Khusus untuk Bendungan Batutegi, estimasi ketersediaan air hingga Desember 2026 mampu mengairi luas irigasi hingga 28.533 hektare. Volume Bendungan Batutegi saat ini mencapai 476,15 juta meter kubik, jauh di atas volume minimal yang sebesar 27 juta meter kubik. Surplus volume ini menjadi jaminan pasokan air yang memadai.
Kebutuhan air eksisting di musim tanam dua adalah 49,96 juta meter kubik, sementara kebutuhan air baku sebesar 19,70 juta meter kubik. Dengan volume sisa sebanyak 379,49 juta meter kubik, perhitungan menunjukkan bahwa bendungan ini dapat mengairi lahan pertanian secara optimal. Ini merupakan kabar baik bagi para petani di wilayah layanan.
Spesifikasi dan Manfaat Bendungan Batutegi
Bendungan Batutegi memiliki Normal Water Level (NWL) sebesar 274 meter, dengan volume tampungan normal mencapai 687,76 juta meter kubik. Saat ini, elevasi tercatat 262,71 meter dan volume tampungan 476,15 juta meter kubik. Data ini menunjukkan kondisi bendungan yang sangat baik untuk operasional.
Luas layanan lahan pertanian yang dapat dijangkau oleh Bendungan Batutegi mencapai 66.573 hektare. Selain itu, bendungan ini juga memenuhi kebutuhan air baku sebesar 2.250 liter per detik. Kapasitas ini vital untuk berbagai keperluan, termasuk pasokan air minum dan industri.
Tidak hanya untuk irigasi dan air baku, Bendungan Batutegi juga dimanfaatkan untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Kapasitas PLTA yang dihasilkan mencapai 29,76 Megawatt. Pemanfaatan ganda ini menunjukkan efisiensi dan multifungsi dari infrastruktur bendungan.
Peran Penting Bendungan Way Sekampung
Bendungan Way Sekampung juga memiliki peran krusial dalam Irigasi Bendungan Lampung. Bendungan ini memiliki Normal Water Level (NWL) 124 meter, dengan volume tampungan normal sebesar 68,06 juta meter kubik. Elevasi saat ini adalah 124,35 meter, dengan volume tampungan 70,08 juta meter kubik.
Luas layanan lahan pertanian yang dapat dialiri oleh Bendungan Way Sekampung mencapai 55.373 hektare. Kapasitas ini melengkapi layanan Bendungan Batutegi, sehingga total cakupan irigasi di Lampung menjadi sangat luas. Ketersediaan air yang stabil sangat mendukung siklus tanam.
Selain irigasi, Bendungan Way Sekampung juga menyediakan pemenuhan air baku sebesar 100 liter per detik. Bendungan ini turut berkontribusi pada sektor energi dengan kapasitas PLTA sebesar 5,4 Megawatt. Kedua bendungan ini secara sinergis mendukung ketahanan air dan energi di Lampung.
Sumber: AntaraNews