IPB sebut kendala fasilitas hambat pertumbuhan jumlah wirausaha
Jumlah wirausaha di Indonesia masih relatif rendah, yakni sebesar 1,65 persen dari total jumlah penduduk.
Wakil Rektor Bidang Riset dan Kerjasama Institut Pertanian Bogor (IPB), Anas Miftah Fauzi, mengatakan pengembangan wirausaha salah satu pendorong daya saing bangsa di era perdagangan bebas saat ini. Sayangnya, jumlah wirausaha di Indonesia masih relatif rendah, yakni sebesar 1,65 persen dari total jumlah penduduk.
Hal ini dipengaruhi oleh kurangnya fasilitas dan program kewirausahaan, terutama dari perguruan tinggi. Menurutnya, mahasiswa lulusan baru yang masuk ke pendidikan kewirausahaan terkendala ketidakpastian dari ketiadaan bimbingan, informasi, modal, pengalaman, serta minimnya bekal kewirausahaan.
Oleh karena itu, pengembangan kemampuan wirausaha dari perguruan tinggi sangat penting sesuai dengan Rencana Strategis (Renstra) Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti).
"Dalam Renstra tersebut target pendidikan di perguruan tinggi adalah mampu meluluskan mahasiswa yang menghadirkan riset. Tapi di tahun 2014-2019 lulusan perguruan tinggi harus menjadi seseorang yang mandiri dan bisa menularkan kemampuan dalam pembangunan ekonomi," kata Anas di Sabisa Farm IPB, Bogor, Jumat (11/3).
Dia menambahkan, bantuan yang diberikan pemerintah, khususnya untuk IPB, sangat membantu dalam pengembangan tersebut. Anas mencatat, minat mahasiswa IPB pada pendidikan kewirausahawan meningkat mencapai 4 persen dari target pemerintah sebesar 2 persen.
"Hanya perlu didalami fakultas mana yang bisa mengembangkan kewirausahawan. Ternyata lebih ke penanganan langsung dalam praktek seperti pertanian, peternakan, dan perikanan. Bukan pada bidang yang menyumbangkan soft skill," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Departemen Pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Bank Indonesia (BI) Yunita Resmi Sari mengatakan meski mengalami pergeseran lapangan kerja, pertanian menyumbang 30 persen dari penciptaan wirausaha di Indonesia.
"Sehingga BI mendukung penuh pengembangan program wirausaha khususnya di bidang agrobisnis. Guna menciptakan tenaga kerja yang terampil," jelas Yunita di tempat yang sama.
Baca juga:
5 Strategi agar usaha patungan bisa panjang umur
5 Peluang bisnis kuliner modal mini berpeluang untung menjanjikan
Modal Rp 300.000, usaha makanan ringan Darleni kini rambah Malaysia
Negara terbaik untuk bangun karir, Indonesia peringkat 27
Masyarakat Indonesia dinilai masih gengsi berwirausaha
Bikin parfum, 3 mahasiswa ini raup untung Rp 2 juta per bulan
Video: Sosok ibu tukang setrika keliling panen pujian netizen