LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

IPB: Impor beras 500.000 ton tak ada efek sama sekali terhadap penurunan harga

"Impor 500.000 ton tidak ada efeknya sama sekali terhadap penurunan harga gabah dan beras. Harga gabah dan beras per kemarin Rp 11.800 yang lebih tinggi dari HET (Harga Eceran Tertinggi) sebesar Rp 9.450."

2018-04-24 18:32:10
Beras Impor Ilegal
Advertisement

Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Dwi Andreas Santosa menyebut bahwa impor beras yang dilakukan pemerintah sama sekali tidak mampu menurunkan harga di pasar. Bahkan, harga beras di tingkat konsumen masih sangat tinggi dan jauh berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah dipatok Pemerintah.

"Impor 500.000 ton tidak ada efeknya sama sekali terhadap penurunan harga gabah dan beras. Harga gabah dan beras per kemarin Rp 11.800 yang lebih tinggi dari HET (Harga Eceran Tertinggi) sebesar Rp 9.450," ungkap Dwi di Hong Kong Cafe, Jakarta, Selasa (24/4).

"Dan operasi pasar yang dilakukan gagal tidak ada ceritanya itu memiliki dampak. Tidak ada dampak sama sekali," sambungnya.

Advertisement

Menurut dia, penyebab tingginya harga beras karena kesalahan pemerintah dalam memperkirakan antara stok dan jumlah produksi beras. "Sehingga awal 2018 terjadi lonjakan, stok beras sangat tipis di awal 2018 dan CBP (Cadangan Beras Pemerintah) ini terkuras di Februari (tahun 2018), bahkan minus 20.000 sampai 40.000 ton, lalu harga beras naik November sampai Februari 2018. Stok beras yang tipis ini agak mirip dengan data internasional yang ada stok beras di Indonesai terus menurun 4 tahun terakhir," kata dia.

Di lain hal, jelang Lebaran tahun ini, terdapat beberapa komoditas yang harus diwaspadai dan dikawal pemerintah agar tidak terjadi lonjakan harga yang terlalu tinggi. "Yang perlu diwaspadai (menjelang Lebaran) ayam ras, bawang putih, dan cabai, tapi telur ayam ras beberapa bulan terakhir kemungkinan Mei akan naik," jelasnya.

Selain ke-4 komoditas itu, bawang merah juga diprediksi akan melonjak harganya jelang Lebaran, mengingat waktu panen yang sudah lewat.

Advertisement

Khusus untuk komoditi bawang merah, Dwi meminta untuk tidak dilakukan intervensi oleh pemerintah. Sebab, petani bawang merah ditaksir telah mengalami kerugian sebesar Rp 2 triliun pada periode panen November 2017 hingga Januari 2018 akibat penurunan harga di bawah biaya produksi.

"Ini lewati musim panen yang lonjakannya relatif tinggi, tapi bagi saya
bawang merah tidak perlu intervensi, karena petani bawang merah rugi hampir Rp 2 triliun tahun ini," tandasnya.

Baca juga:
Jalankan amanat Jokowi, Kemendag gandeng BUMN jaga harga pangan saat Lebaran
Satgas Pangan cek dampak ambrolnya jembatan Tuban pada pasokan dan harga pangan
Ini alasan harga pangan masih tinggi meski inflasi rendah
Lahan terbatas, target swasembada bawang putih 2021 terancam gagal
Indef: Tak hanya masalah bola, sektor pangan kita juga kalah dengan Thailand

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.