LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Investor Korea dan China Tertarik Kembangkan KEK Maloy Batuta

Gubernur Provinsi Kalimantan Timur, Isran Noor, menyebut ada dua investor asing tertarik dalam pengembangan KEK untuk wilayah Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK). Dua investor tersebut tertarik lantaran kawasan MBTK akan memberi nilai tambah melalui industrialisasi atas berbagai komoditas di wilayah tersebut.

2018-12-27 15:26:34
Kawasan Ekonomi Khusus
Advertisement

Gubernur Provinsi Kalimantan Timur, Isran Noor, menyebut ada dua investor asing tertarik dalam pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk wilayah Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK). Dua investor tersebut tertarik lantaran kawasan MBTK akan memberi nilai tambah melalui industrialisasi atas berbagai komoditas di wilayah tersebut.

"(Investornya?) Asing ada, macam-macamlah. Pengusaha batubara dari Korea, dan China," kata Isran saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Jakarta, Kamis (27/12).

Isran mengatakan, investor tersebut juga tertarik untuk mengembangkan beberapa sektor industri sektor pelabuhan. Berdasarkan keunggulan geostrategis wilayah Kutai Timur, KEK MBTK akan menjadi pusat pengolahan kelapa sawit dan produk turunannya, serta pusat bagi industri energi seperti industri mineral, gas dan batu bara.

Advertisement

"Saya tidak tahu persis nilainya (berapa). Tapi banyak yang ingin berinvestasi (di kawasan ini)," imbuhnya.

Isran menilai, dengan adanya pelabuhan di KEK MBTK akan mempermudah dan mempersingkat pengiriman ekspor barang. Selama ini, menurutnya, beberapa komoditas ekspor Indonesia kebanyakan melalui Pelabuhan yang ada di Surabaya.

"Karena kalau kita ekspor langsung dari situ (KEK MBTK), misalnya ke Utara, ke Shanghai, China, apa ke Korea itu jauh lebih pendek waktunya. Selama ini kalau ekspor barang-barang kita dari Surabaya itu 29 hari tapi kalau lewat Kalimantan Timur hanya 9,7,8 hari sampai," pungkasnya.

Advertisement

Dikutip dari laman Kek.go.id, hingga 2025, KEK yang ditetapkan pada bulan Oktober 2014 ini ditargetkan dapat menarik investasi sebesar Rp 34,3 triliun dan meningkatkan PDRB Kutai Timur hingga Rp 4,67 triliun per tahunnya.

Baca juga:
Usai Tsunami Selat Sunda, Pemerintah Perbaiki Fasilitas Luar KEK Tanjung Lesung
Menko Darmin Rakor Bahas KEK Tanjung Api-api dan Maloy Batuta, Ini Hasilnya
Menko Darmin Soal Kerugian KEK Tanjung Lesung: Pasti Ada Penggantian Asuransi
Usai Diterjang Tsunami, Penginapan Tanjung Lesung Ditarget Bisa Beroperasi 1 Januari
Pengelola: Kerusakan KEK Tanjung Lesung Tak Terlalu Ekstrem
KEK Tanjung Lesung Diterjang Tsunami, Pengelola Taksir Rugi Rp 150 Miliar
Di Universitas Malang, Menko Darmin Pamerkan Kinerja Pemerintah

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.