Investor AS minat investasi energi terbarukan di Indonesia
"Saat ini perusahaan telah memiliki nota kesepahaman dengan PT PLN untuk memproduksi listrik tenaga angin."
Perusahaan energi terbarukan Amerika Serikat berminat investasi di Indonesia. Minat tersebut disampaikan dalam kegiatan Indonesia-US Business Forum di New York.
"Saat ini perusahaan telah memiliki nota kesepahaman dengan PT PLN untuk memproduksi listrik tenaga angin. Dalam waktu dekat perusahaan akan melakukan uji coba di STT PLN Indonesia,” ujar Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Franky Sibarani dalam keterangan resmi, Selasa (5/7).
Menurut Franky, investor potensial tersebut berminat mendirikan perusahaan berbadan hukum di Indonesia. Kemudian akan mendirikan fasilitas manufaktur pembangkit listrik tenaga angin di Indonesia.
"Dilanjutkan dengan mendirikan fasilitas manufaktur pembangkit listrik tenaga angin di Indonesia,” jelasnya.
Dalam pertemuan bisnis forum tersebut, Franky menyampaikan berbagai kebijakan ekonomi pemerintah. Terutama, implementasi 12 paket kebijakan ekonomi.
"Beberapa hal yang terkait diantaranya layanan investasi 3 jam, kemudahan investasi langsung konstruksi, perbaikan kemudahan berusaha hingga revisi DNI yang mendorong keterbukaan investasi termasuk di beberapa sektor utama seperti di bidang logistik, energi terbarukan, farmasi, pariwisata dan e-commerce," lanjutnya.
Amerika Serikat tergolong negara prioritas pemasaran investasi. Dari data yang dimiliki oleh BKPM, pada 2015, nilai realisasi investasi AS mencapai USD 893 juta.
Terdiri dari 261 proyek dengan didominasi pertambangan. Dari sisi komitmen investasi, tercatat mencapai USD4,8 miliar untuk 76 proyek.
(mdk/yud)