Investment grade buat pemerintah pede tarik utang meski berisiko
Investment grade buat pemerintah pede tarik utang meski berisiko. Pada situasi seperti sekarang, investor cenderung menunggu untuk menanamkan investasinya pada surat utang negara. Jadi bunga harus bayar lebih tinggi karena investornya berpikir uang ditahan dulu saja, baru mau membeli surat utang kalau bunga tinggi.
Pemerintah berencana menarik utang untuk menutup defisit dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2017. Peringkat investment grade yang sudah dimiliki, buat pemerintah yakin surat utang Indonesia laku.
Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan, Suahasil Nazara, mengatakan peringkat invesment grade (laik investasi) telah menjadi daya tarik sendiri bagi investor untuk menanamkan investasi di Indonesia.
"Ditambah lagi inflasi terkendali, pertumbuhan ekonomi lima pesen. Maka suku bunga (imbal hasil SBN) bisa ditekan turun," ujarnya di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (11/7).
Meski begitu, Suahasil mengungkapkan tetap ada risiko dalam penerbitan surat utang pemerintah saat ini. Sebab, kondisi ekonomi global masih bergejolak.
Namun, dia meyakinkan bahwa pemerintah tetap cermat sebelum menerbitkan surat utang. "Jadi risikonya, kalau misalnya mengeluarkan utang sekarang, kondisi dunia lagi volatile, kita akan terpapar pada risiko yang lebih tinggi," kata Suahasil.
"Pada situasi seperti sekarang, investor cenderung menunggu untuk menanamkan investasinya pada surat utang negara. Jadi bunga kita harus bayar lebih tinggi karena investornya berpikir uang ditahan dulu saja, baru mau membeli surat utang kalau bunga tinggi," tambahnya.
Baca juga:
Kemenkeu: Batas aman rasio utang 60 persen dari PDB, kita 28 persen
Utang RI masih lebih kecil ketimbang Malaysia dan Thailand
4 Pembelaan pemerintah Jokowi tambah utang triliunan tahun ini
Darmin: Pilih, rasio utang tak naik atau bangun infrastruktur minim?
INDEF: Tambah utang jangan hanya menambah beban anak cucu kita
Menko Luhut: Tak masalah banyak utang, asal produktif
Pemerintah Jokowi ingin tambah utang jadi Rp 467,3 triliun