LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Investasi Euro Jadi Pilihan di Tengah Gejolak Ekonomi Global

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan, masyarakat yang memiliki simpanan dollar Amerika dapat dijual untuk membeli mata uang Euro atau Poundsterling. Kesempatan ini perlu dimanfaatkan seiring pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika.

2022-10-14 10:48:09
Investasi
Advertisement

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan, masyarakat yang memiliki simpanan dollar Amerika dapat dijual untuk membeli mata uang Euro atau Poundsterling. Kesempatan ini perlu dimanfaatkan seiring pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika.

Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika pada Jumat (14/10) pagi, yaitu Rp15.366.

"Itu jadi kesempatan bagi investor menjual dollar kemudian membeli Poundsterling membeli Euro membeli Dollar Singapura kemudian Yuan," ujar Ibrahim kepada merdeka.com, Jumat (14/10).

Advertisement

Nilai tukar Poundsterling terhadap rupiah saat ini berada di angka Rp16.000. Padahal, ujar Ibrahim, nilai Poundsterling terhadap rupiah cukup digdaya dengan nilai tukar 1 Poundsterling sebesar Rp19.000.

Begitu pula dengan mata uang Euro. Fluktuasi ekonomi global saat ini menurut Ibrahim tidaklah berlangsung lama. Bahkan di tahun 2023, menurutnya merupakan momentum mata uang Euro atau Poundsterling untuk rebound.

"Masyarakat membuka tabungan berupa dollar Singapura, Euro, kalau ada bisa Poundsterling, kalau tidak ada masyarakat bisa melakukan pembelian terhadap mata uang tersebut di money changer jadi secara cash," imbaunya.

Advertisement

Sementara itu, di tengah kondisi pelemahan rupiah terhadap dollar Amerika, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai, perolehan tersebut masih lebih baik dibanding mata uang negara lainnya.

"Rupiah terdepresiasi 6,5 persen. Namun banyak negara lebih rendah dari kita," ujar dia dalam acara Investor Daily Summit 2022 di Jakarta Convention Center, Selasa (11/10).

Berdasarkan catatan Bank Indonesia (BI) per 30 September 2022, nilai tukar Rupiah terdepresiasi 6,40 persen secara tahunan (year to date) dibanding level akhir 2021.

Kendati begitu, Airlangga melanjutkan, Indonesia sejauh ini telah menunjukan punya tingkat resiliensi lebih tinggi dari negara lain. Salah satunya terkait angka inflasi tahunan per Agustus 2022 yang mencapai 5,95 persen.

"Dari segi inflasi harus kita lihat, faktor utama di sektor energi dan saat kita sesuaikan harga BBM efeknya 4 bulan. Dari pengalaman di beberapa tahun lalu inflasi akan naik 4 bulan, tapi akan melandai kembali kemudian," bebernya.

Airlangga lantas menyimpulkan, Indonesia terhitung masih lebih tahan banting dari krisis ekonomi yang kini terjadi di tingkat global dibanding banyak negara lain.

"Beberapa lembaga S&P dan lain-lain melihat ekonomi Indonesia relatif stabil di tengah banyak negara ratingnya turun. Ini sekali lagi menunjukkan fundamental ekonomi kuat dan dari keuangan, utang, fiskal dan moneter cukup prudent," tegasnya.

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.