Investasi bantu industri non-migas capai pertumbuhan 6,22 persen
Industri non-migas mampu melampaui pertumbuhan kumulatif perekonomian nasional yang hanya sebesar 5,83 persen.
Kementerian Perindustrian mencatat, terjadi pertumbuhan yang cukup besar pada sektor industri non-migas di kuartal III 2013 yakni sebesar 6,22 persen. Industri non-migas mampu melampaui pertumbuhan kumulatif perekonomian nasional yang hanya sebesar 5,83 persen.
"Dengan hal itu, maka pertumbuhan industri non-migas tidak hanya lebih tinggi dibandingkan tahun lalu sebesar 6,21 persen, tetapi juga lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional," ujar Menteri Perindustrian MS Hidayat di kantornya, Jakarta, Senin (23/12).
Hidayat mengatakan, hal ini disebabkan meningkatnya konsumsi masyarakat serta meningkatnya sektor industri. Tetapi, menurut dia, pertumbuhan ini juga didukung dengan kembali meningkatnya investasi.
Pada Januari-September 2013 nilai investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sektor industri mencapai Rp 38,29 triliun atau meningkat 0,47 persen dari periode yang sama tahun lalu.
Selanjutnya, terang dia, investasi sektor industri memberikan kontribusi sebesar 40,68 persen dari total investasi PMDN. "Sementara itu, nilai investasi PMA sektor industri mencapai USD 12,43 miliar atau meningkat sebesar 44,62 persen dibanding tahun lalu," kata dia.
Lebih lanjut, Hidayat menerangkan, pihaknya menargetkan pertumbuhan sektor industri akan mencapai 6,4 persen hingga akhir tahun. Diharapkan industri logam dasar besi dan baja, industri alat angkutan, mesin dan peralatannya, dan industri tekstil, barang kulit dan alas kaki dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan industri manufaktur.
"Jika upaya-upaya maksimal bisa dilakukan, industri non migas diperkirakan tumbuh sekitar 6,8 persen," pungkas dia.
(mdk/bim)