INKA bangun pabrik kereta Rp 1,6 triliun di Banyuwangi
PT INKA saat ini tengah berupaya untuk meningkatkan kapasitas produksi dalam rangka mendukung program pengembangan industri perkeretaapian nasional. Hal tersebut juga sebagai tindak lanjut menjawab tantangan kebutuhan sarana kereta api dari luar negeri.
PT INKA saat ini tengah berupaya untuk meningkatkan kapasitas produksi dalam rangka mendukung program pengembangan industri perkeretaapian nasional. Hal tersebut juga sebagai tindak lanjut menjawab tantangan kebutuhan sarana kereta api dari luar negeri.
Pabrik yang memanfaatkan lahan seluas 84 hektare (ha) tersebut juga merupakan sinergi antara PT INKA dengan PTPN XII. Pabrik modern tersebut diharapkan akan menjadi workshop perakitan sarana kereta api baru kedua setelah workshop yang ada di Madiun.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan, hingga kini banyak negara yang berminat terhadap kereta buatan INKA. Dia berharap pembangunan pabrik bisa berjalan dengan lanjar dan sesuai dengan target yang ditetapkan.
"Saya bangga PT INKA terus mengembangkan bisnisnya, banyak negara yang membeli kereta api buatan Indonesia. Semoga pembangunan pabrik baru ini berjalan lancar dan bisa selesai sesuai dengan yang ditargetkan," ujar Menteri Rini saat meninjau lahan pembangunan pabrik PT INKA di Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (1/7).
"Pembangunan pabrik ini menjadi bukti bahwa industri perkeretaapian nasional mampu menjawab tantangan kebutuhan sarana kereta api dari luar negeri. Saya akan terus memantau dan memastikan pelaksanaan pembangunan proyek ini," tambahnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT INKA (Persero) Budi Noviantoro mengatakan, saat ini pihaknya sedang menyelesaikan proses perizinan dan rancang bangun untuk pabrik modern yang akan digunakan untuk memproduksi sarana kereta api berbasis alumunium dan stainless steel.
Proses pembangunan tahap satu direncanakan mulai pada akhir 2018 dan dapat mulai beroperasi pada awal 2020. Total investasi dari pembangunan proyek ini tercatat mencapai Rp 1,6 triliun.
"Kedekatan lokasi workshop dengan pelabuhan barang Tanjung Wangi yang dikelola PT Pelindo III ini nantinya akan sangat mendukung perusahaan dalam proses pengiriman produk jadi melalui laut, baik untuk ekspor maupun untuk kebutuhan dalam negeri di luar pulau Jawa," jelasnya.
PT INKA mencatat kontribusi penjualan ekspor perseroan meningkat dalam tiga tahun terakhir yang tercermin dalam nilai kontrak penjualan ekspor tercatat sebesar Rp 850 Miliar pada 2015 dan meningkat menjadi Rp 1,33 Triliun di 2017. Sementara negara-negara yang menjadi tujuan ekspor adalah Bangladesh, Malaysia, Singapura, Australia dan Filipina.
Selain untuk mendukung perkembangan bisnis PT INKA, berdirinya workshop ini diharapkan memberikan kontribusi positif bagi kemajuan perindustrian di Kabupaten Banyuwangi dan juga perekonomian bagi masyarakat disekitar maupun masyarakat di Kabupaten Banyuwangi pada umumnya.
Baca juga:
Menteri Rini beberkan alasan naiknya harga Pertamax Cs
Ini cara Menteri Rini dorong kesejahteraan petani kopi
Menteri Rini kunjungi wirausaha kopi di Banyuwangi
Pertamina naikkan harga BBM non subsidi, Pertamax naik Rp 600 per liter
Kinerja PGN dipercaya bakal meroket usai integrasi dengan Pertagas