InJourney Targetkan Transformasi Lima Bandara Besar Indonesia dengan Konsep Budaya dan Alam
PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney) berencana melakukan Transformasi Bandara InJourney di lima bandara besar Indonesia tahun ini, mengusung konsep budaya dan alam yang sukses di Soekarno-Hatta.
PT Aviasi Pariwisata Indonesia (InJourney), holding BUMN sektor aviasi dan pariwisata, mengumumkan rencana ambisius untuk melakukan Transformasi Bandara InJourney pada lima bandara besar di Indonesia sepanjang tahun ini. Inisiatif ini bertujuan untuk mengintegrasikan konsep budaya dan alam ke dalam desain serta operasional bandara, menciptakan pengalaman unik bagi para penumpang.
Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menyatakan bahwa langkah strategis ini menyusul keberhasilan proyek percontohan yang telah sukses di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Transformasi ini akan diterapkan pada bandara-bandara terbesar di Indonesia, dengan bocoran bahwa Bandara Internasional Juanda Surabaya dan Bandara Kualanamu termasuk dalam daftar awal.
Selain fokus pada aspek budaya dan alam, InJourney juga berkomitmen untuk menghadirkan bandara yang lebih ramah lingkungan sebagai bagian dari Transformasi Bandara InJourney. Upaya ini termasuk pemasangan panel surya guna mencapai target pengurangan emisi karbon sebesar 4.000 ton CO2e pada tahun 2026, menunjukkan dedikasi terhadap keberlanjutan.
Mengukir Identitas Budaya dan Alam di Gerbang Udara
Keberhasilan InJourney dalam mentransformasi Terminal 1C Bandara Internasional Soekarno-Hatta dengan tema warisan budaya telah mendapatkan respons yang sangat positif dari publik. Respons ini menjadi landasan kuat bagi InJourney untuk mereplikasi model serupa di bandara-bandara lainnya. Maya Watono mengungkapkan bahwa setelah lima bandara besar, InJourney berambisi untuk mentransformasi 5 hingga 7 bandara lagi dalam tahun ini, dari total 37 bandara yang berada di bawah naungan InJourney Airports.
Meskipun daftar lengkap bandara yang akan ditransformasi belum diumumkan secara resmi, InJourney memberikan sinyal kuat bahwa bandara-bandara tersebut akan mencakup lima bandara terbesar di Indonesia. Selain Bandara Internasional Juanda Surabaya dan Kualanamu, InJourney juga sedang mengerjakan Transformasi Bandara InJourney, baik secara fisik maupun people, di bandara-bandara lain yang belum disebutkan. Pendekatan ini memastikan bahwa setiap bandara tidak hanya menjadi pintu gerbang, tetapi juga cerminan kekayaan budaya dan keindahan alam Indonesia.
Inovasi Ramah Lingkungan untuk Aviasi Berkelanjutan
Komitmen InJourney terhadap keberlanjutan lingkungan merupakan pilar penting dalam agenda Transformasi Bandara InJourney. Dengan target ambisius mengurangi emisi karbon sebesar 4.000 ton CO2e pada tahun 2026, InJourney berupaya keras untuk meminimalkan dampak operasional bandara terhadap lingkungan. Salah satu strategi utama adalah penggunaan panel surya atau Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di berbagai bandara yang dikelola oleh InJourney Airports.
Pemasangan panel surya ini diperkirakan akan berkontribusi signifikan dalam mengurangi emisi karbon, dengan estimasi pengurangan sebesar 2.000 ton CO2e. InJourney Airports, sebagai anak usaha InJourney di sektor aviasi, saat ini mengelola 37 bandara di seluruh Indonesia. Inisiatif ini tidak hanya mendukung target pengurangan emisi karbon InJourney, tetapi juga sejalan dengan upaya global untuk menciptakan industri aviasi yang lebih hijau dan berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews