Ini untung rugi jual hewan kurban langsung atau via online
Pedagang hewan kurban menilai dagangannya kurang laku jika dijajakan secara daring atau online.
Manfaat teknologi saat ini nyatanya belum bisa dirasakan seluruh lapisan masyarakat. Salah satunya pedagang hewan kurban.
Pedagang hewan kurban menilai dagangannya kurang laku jika dijajakan secara daring atau online. Sebab, komoditas ini membutuhkan pengamatan dari konsumen langsung dalam menentukan ukuran dan kesehatan hewan kurban.
Menurut Ketua Perhimpunan Peternakan Sapi dan Kambing Indonesia (PPSKI) Teguh Boediyana tidak menampik jika penjualan melalui sistem online lebih menghemat tenaga dan juga biaya.
"Kalau setahu saya masih suka dengan model langsung, ada tanah kosong dipakai artinya jualan langsung lebih tepat. Lihat barangnya langsung. Banyak masyarakat yang masih gaptek," ujar Teguh saat dihubungi merdeka.com, Jakarta, Jumat (9/9).
Menurutnya, konsumen masih menginginkan berkurban dengan cara mendatangi tempat, memilih hewan yang tepat, kemudian hewan tersebut disembelih.
"Kalau beli kambing dan sapi yang bagus harus dilihat secara fisik. Kalau di online kan hanya foto saja kan. Artinya penjualan langsung masih dominan," ucap Teguh.
Pemilihan penjualan langsung juga didasari efisiensi. Pedagang tidak ingin harga hewan kurban makin mahal karena diperlukan ongkos pengiriman.
"Pemasaran lebih di lapangan, pedagang lebih memamerkan sapinya. Lebih dekat biasanya dengan rumah pembeli tidak mau jauh-jauh," katanya.
Teguh menambahkan, mayoritas sapi kurban saat ini berjenis ongole PO (perkawinan antara sapi ongole dengan sapi Jawa adalah sapi ongole PO). Sementara, hewan kurban khususnya sapi, paling besar didatangkan dari Pulau Jawa.
"Jawa Timur masih paling besar memasok hewan kurban khususnya sapi. Kemudian ada sapi dari Jawa Tengah, Yogyakarta. Untuk di luar Jawa ada NTT, NTB, dan Sumatera," tuturnya.
Baca juga:
646 Personel gabungan disebar amankan Idul Adha di Jakarta Pusat
Mau berkurban? Intip tips dapat hewan sehat agar tak rugi
Idul Adha, Ahok akan sumbang 55 ekor sapi, semua rusun dapat
24 Ekor sapi kurban di Menteng tidak layak jual, kurang umur & sakit
Libur Hari Raya Idul Adha, Stasiun Senen dipadati ribuan penumpang
Berpotensi ricuh, Purwakarta larang kupon pembagian daging kurban
Kejadian langka, harga ayam turun drastis jelang Idul Adha