Ini strategi Menteri Rini untuk Pertamina agar tak rugi jual Premium
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno, menyadari keputusan pemerintah tak naikkan harga Premium dan jenis tersebut wajib ada di seluruh Indonesia membuat Pertamina rugi. Sebab, harga minyak dunia saat ini tengah tinggi. Untuk menjaga agar tidak merugi, Pertamina bisa melakukan subsidi silang.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno, menyadari keputusan pemerintah tak naikkan harga Premium dan jenis tersebut wajib ada di seluruh Indonesia membuat Pertamina rugi. Sebab, harga minyak dunia saat ini tengah tinggi.
"Betul (merugi) karena memang 'crude oil international' sekarang naik," kata Menteri Rini seperti dikutip dari Antara di Yogyakarta, Kamis (12/4).
Maka dari itu, untuk menjaga agar tidak merugi, Pertamina bisa melakukan subsidi silang terhadap Premium dari pendapatan beragam produk Pertamina lainnya. Seperti avtur, LNG, Pertamax, hingga pelumas.
"Tetapi saya selalu menekankan dalam BUMN kita tidak bisa melihat satu produk saja, tetapi harus dikombinasikan dari seluruh aktivitas di perusahaan itu karena Pertamina itu jual beraneka ragam produk," tuturnya.
Menurut Menteri Rini, pemerintah memang pernah memiliki pemikiran untuk mengurangi Premium karena nilai oktan (Research Octane Number/RON) tidak ramah lingkungan dan tingkat polusi udaranya lebih tinggi. Oleh sebab itu, akhirnya diperkenalkan produk Pertalite.
"Tetapi komitmen pemerintah kita harus tetap menyediakan RON 88 yaitu Premium dan Premium itu memang harganya ditentukan pemerintah," kata Menteri Rini.
Baca juga:
Rini: Saya sangat keras ke Pertamina, Premium harus tetap ada dan harga tak naik
Harga Pertalite naik, ESDM ingin konsumsi Premium kembali normal
Membongkar 4 rencana besar Jokowi atur penyaluran BBM di Tanah Air
Ada aturan baru, pemerintah Jokowi akan tambah kuota Premium di 2018
Permintaan presiden, Premium harus disalurkan ke seluruh wilayah NKRI
Perpres direvisi, Premium bakal wajib tersedia di seluruh wilayah Indonesia
Instruksi Jokowi ke Pertamina: BBM jenis Premium harus tetap tersedia