Ini sektor-sektor pengguna utang luar negeri Rp 3.204 T
Sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan jadi pengguna utang luar negeri terbesar, mencapai USD 111,7 miliar
Pemerintah melalui Bank Indonesia melansir data terbaru posisi utang luar negeri Indonesia.
Dari data tersebut, hingga Oktober 2013 utang luar negeri pemerintah dan swasta Indonesia mencapai USD 262,4 miliar (setara Rp 3.204 triliun). Dari total utang tersebut sektor ekonomi mana yang terbanyak menggunakannya?
Berdasarkan data BI yang dikutip merdeka.com, Minggu (22/12), sektor ekonomi nomor wahid yang paling besar menggunakan adalah sektor keuangan, persewaan dan jasa perusahaan seperti leasing dan business service. Posisi utang sektor tersebut hingga Oktober 2013 adalah USD 111,7 miliar.
Kemudian sektor kedua terbesar adalah sektor manufaktur atau pengolahan yang mencapai USD 30 miliar. Lalu disusul oleh sektor pertambangan dan penggalian yang posisi utang luar negerinya adalah USD 25,2 miliar. Sektor ekonomi selanjutnya yang terbesar utang luar negerinya adalah sektor gas, listrik dan air bersih dengan porsi USD 20,8 miliar.
Setelah itu disusul oleh sektor jasa-jasa dan sektor lain, posisi utang luar negerinya masing-masing USD 17,5 miliar dan 17 miliar. Serta sektor lain seperti pengangkutan dan komunikasi yaitu USD 12,8 miliar dan sektor pertanian sekitar USD 8,7 miliar dan terakhir sektor perdagangan, hotel dan restoran yaitu USD 7,4 miliar
Posisi utang luar negeri Indonesia yang mencapai USD 262,4 miliar terbagi utang luar negeri pemerintah dan bank sentral mencapai USD 125,8 miliar serta utang swasta sebesar USD 136,6 miliar.