LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Ini Rencana Kerja Pemerintah Kejar Target Bauran Energi Terbarukan 23 Persen di 2025

Pemerintah berencana memensiunkan batubara sebagai bahan baku di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) pada 2030. Dalam skenario ini, rencananya 5,5 GW PLTU bakal dipensiunkan sebelum tahun tersebut.

2022-02-09 16:28:44
Energi Baru Terbarukan
Advertisement

Pemerintah berencana memensiunkan batubara sebagai bahan baku di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) pada 2030. Dalam skenario ini, rencananya 5,5 GW PLTU bakal dipensiunkan sebelum tahun tersebut.

Penggunaan batubara nantinya akan digantikan oleh sumber bauran energi baru terbarukan (EBT). Dalam jangka pendek, pemerintah target mencapai bauran EBT 23 persen di 2025.

Namun, hingga awal 2022 ini, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat, bauran energi baru terbarukan (EBT) baru mencapai 11,5 persen. Artinya, masih terdapat 11,5 persen lagi untuk mengejar target jangka pendek bauran EBT 23 persen di 2025.

Advertisement

Menteri ESDM, Arifin Tasrif menyebut, pemerintah hingga 2025 target mengimplementasikan panel surya di atap (rooftop panel), sekaligus mengembangkan bauran EBT menjadi 10,6 GW.

"Kita harus menghentikan pembangkit listrik tenaga batubara dan mengonversi penggunaan bahan bakar diesel ke gas. Di Indonesia kita memiliki gas dalam jumlah cukup banyak," kata Menteri Arifin di hadapan investor dalam acara Mandiri Investment Forum 2022, Rabu (9/2).

Guna menggapai target ini, ada beberapa kegiatan yang terpusat yang programnya harus ditetapkan pemerintah. Menteri Arifin mengatakan, pemerintah harus memperpendek target yang sudah dibuat.

Advertisement

Dalam hal bauran EBT, Indonesia disebutnya punya potensi dari energi baru terbarukan sebesar 3.686 GW. Itu sebagian besar didominasi oleh energi surya, hydro, bioenergi, angin, dan panas bumi.

"Saat ini penggunaannya hanya 0,8 persen. Jadi di 2025 kita juga menetapkan target untuk memproduksi lebih banyak energi baru terbarukan di dalam bauran energi kita, yaitu gas," terangnya.

Selanjutnya, hingga 2030 ditargetkan bauran EBT mencapai 20,9 GW. Angka ini sesuai dengan rencana usaha penyediaan tenaga listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) 2021-2030.

"Jadi, dari 2030 tidak akan lagi pembangkit listrik tenaga batu bara," tegas Arifin Tasrif.

Pandemi Disebut Bikin Bauran Energi Baru Terbarukan RI Masih Rendah

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat, realisasi bauran energi baru terbarukan (EBT) di 2021 baru mencapai 11,5 persen. Angka ini masih jauh dibanding target bauran EBT 23 persen di 2025.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana mengungkapkan, penyebab EBT di 2021 masih jauh dari target. Salah satunya terjadi karena kondisi pandemi Covid-19.

"Sehingga beberapa proyek delay, tidak terjadi di tahun 2021, misalkan untuk panas bumi terjadi juga demikian. Untuk beberapa PLTA juga seperti itu," kata dia dalam konferensi pers, Senin (17/1).

Dadan mengakui, banyak alasan untuk kenapa EBT tidak tercapai sesuai Rencana Umum Energi Nasional (RUEN). Pada tahun ini porsi bauran EBT sendiri ditargetkan sebesar 15,7 persen dari RUEN.

"Basis pertama adalah RUEN memang di desain dengan pertumbuhan energi cukup tinggi, sehingga konsumsi pertambahan nya itu, kenaikannya itu jauh lebih tinggi dari apa yang terjadi sekarang ini yang membuat presentase dari capaian EBT ini masih di bawah target," kata dia.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.