LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Ini Perusahaan yang Bakal Tergabung di Holding BUMN Asuransi

Direktur Utama Jasa Raharja Budi Rahardjo menyambangi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk membahas holding BUMN asuransi dan penjaminan. Dia menjelaskan, nantinya holding asuransi ini akan beranggotakan 4 perusahaan.

2020-01-15 19:13:13
PT Jasa Raharja
Advertisement

Direktur Utama Jasa Raharja Budi Rahardjo menyambangi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk membahas holding BUMN asuransi dan penjaminan. Dia menjelaskan, nantinya holding asuransi ini akan beranggotakan 4 perusahaan.

"Kalau masalah holding memang sudah di kita dilibatkan untuk pembentukan holding perasuransian dan penjaminan dan sudah proses ke rencana antara kegiatan (RAK) antarlembaga dan sebagainya," ungkap Budi di Kementerian BUMN, Rabu (15/1).

Nantinya, holding ini akan diketuai oleh PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia sebagai induknya, sementara PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), Perum Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo), PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) dan Jasa Raharja akan menjadi anggota holding.

Advertisement

Meski demikian, Budi menyatakan pembentukan holding asuransi ini tidak ada kaitannya dengan penyelamatan Jiwasraya. "Tidak ada, cuma itu yang saya bilang," ujarnya.

Holding BUMN Asuransi untuk Selamatkan Jiwasraya

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, pembentukan holding asuransi menjadi salah satu cara untuk menyelamatkan Jiwasraya. Nantinya, uang nasabah akan dicicil melalui dana holding asuransi sebesar Rp1,5 triliun.

Advertisement

"Kan ada step nya, pembentukan holding itu nanti akan ada cashflow (arus kas) Rp1,5 triliun kita bisa cicil ke depan. Juga nanti ada aset saham yang mungkin bisa dilepas itu bisa," ujar Erick di Kantor Kemenlu, Jakarta, Kamis (9/1).

Pemerintah terus berupaya menyelesaikan kasus Asuransi Jiwasraya. Hal tersebut perlu dilakukan agar kepercayaan masyarakat terhadap investasi di Indonesia terjaga.

"Kita tahu pertumbuhan ekonomi tinggi. Tapi pengelolaan Good Corporate Governance (GCG) tidak ada. Gimana publik bisa percaya, gimana bursa bisa melemah. Kemarin bursa melemah karena orang tidak ada yang percaya, akhirnya invest lagi di tempat lain. Karena itu kita memastikan ini berjalan dengan baik," paparnya.

Reporter: Athika Rahma

Sumber: Liputan6.com

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.