Ini penyebab Rupiah menguat tajam tinggalkan level Rp 13.000
"Ada capital inflow (aliran dana masuk) salah satunya dari Tax Amnesty dan angka Foreign Direct Investment juga naik," ucap Enny.
Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) bergerak menguat tajam di perdagangan hari ini, Senin (27/9). Rupiah meninggalkan level Rp 13.000-an per USD.
Mengutip data Bloomberg, Rupiah menguat tajam ke level Rp 12.950 per USD yaitu pukul 10.20 WIB. Pagi tadi, Rupiah dibuka di level Rp 13.030 per USD.
Direktur Eksekutif Development of Economics and Finance (Indef), Enny Sri Hartati mengatakan, salah satu faktor atau sentimen positif pergerakan Rupiah adalah banyaknya dana asing masuk ke Indonesia. Dana ini masuk melalui Tax Amnesty maupun investasi.
"Ada capital inflow (aliran dana masuk) salah satunya dari Tax Amnesty dan angka Foreign Direct Investment juga naik," ucap Enny saat dihubungi merdeka.com di Jakarta, Selasa (27/9).
Menurut Enny, jumlah valuta asing dalam negeri saat ini meningkat sehingga Rupiah menguat karena tingginya suplai. "Rupiah itu kan demand dan suplai juga."
Enny berharap, pemerintah bisa menjaga momentum penguatan Rupiah dengan menahan dana yang masuk ke dalam negeri. Jangan sampai dana tersebut kabur dan membuat nilai tukar Rupiah kembali melemah.
"Ini momentum penguatan, pemerintah harus menjaga ini agar penguatan tadi tidak sementara. Pemerintah harus menjaga agar dana yang masuk tadi jangan spekulatif atau gampang keluar," tutupnya.
Baca juga:
Tak patuh aturan, 3.915 pabrik rokok ditutup Bea Cukai
Pertama kali, perusahaan maskapai penerbangan RI ikut Tax Amnesty
Rupiah perkasa menuju level Rp 12.000-an per USD
Rupiah menguat tajam dan sentuh level Rp 12.000-an per USD
DJP: Peserta Tax Amnesty 170.000 & uang tebusan Rp 44,4 triliun