Ini pekerjaan rumah Ari Ashkara di Garuda Indonesia
Pahala mengklaim, selama 17 bulan menjabat, banyak hal yang sudah dilakukan dan mampu membawa kinerja Garuda Indonesia jauh lebih baik dari sebelumnya. Pahala menyebutkan beberapa prestasinya adalah mampu menurunkan kerugian perusahaan mencapai 60 persen di tengah harga avtur yang melonjak tajam.
Pahala Mansury tak lagi menjabat sebagai direktur utama Garuda Indonesia. Posisinya digantikan oleh I Gusti Ngurah Ashkara Danadiputra, atau yang akrab dipanggil Ari Askhara.
Tak lagi menjabat, Pahala memiliki beberapa permintaan yang harapannya bisa dilanjutkan oleh menejemen baru Garuda Indonesia. Apa saja itu?
"Mudah-mudahan program kerja yang ada saat ini bisa lanjut terus, termasuk renegosiasi pesawat dengan para pabrikan. Karena ini program kunci selanjutnya," kata Pahala di Kantor Garuda Indonesia, Cengkareng, Rabu (12/9).
Dia mengklaim, selama 17 bulan menjabat, banyak hal yang sudah dilakukan dan mampu membawa kinerja Garuda Indonesia jauh lebih baik dari sebelumnya. Pahala menyebutkan beberapa prestasinya adalah mampu menurunkan kerugian perusahaan mencapai 60 persen di tengah harga avtur yang melonjak tajam.
Tidak hanya itu, kinerja anak perusahaan Garuda Indonesia, dikatakannya juga membaik. Terbukti kontribusi anak usaha ke pendapatan Garuda Indonesia meningkat sebesar 26 persen.
"Selain itu juga Ontime Performance mampu kita jaga lebih baik dimana berada di posisi 7-15 dari airline seluruh dunia," tegas Pahala.
Reporter: Ilyas Istianur Praditya
Sumber: Liputan6
Baca juga:
Ari Askhara resmi jadi bos Garuda Indonesia
Ini kata Menteri Rini soal nasib Pahala Mansury saat Garuda Indonesia rombak direksi
Garuda Indonesia tambah 14 penerbangan jelang pertemuan IMF - World Bank
Aturan direvisi, harga tiket pesawat bakal naik
Garuda amati persepsi turis asing pasca bencana gempa Lombok
Garuda Indonesia gandeng Kemenpar pulihkan pariwisata Lombok
Tips dapat tiket murah saat Garuda Indonesia Online Travel Fair