Ini manfaat penambahan iuran negara berkembang di IMF
Direktur Eksekutif IMF, Juda Agung menjelaskan penambahan kuota akan meningkatkan saham suatu negara di IMF. Naiknya saham akan menambah kekuatan negara tersebut dalam menentukan arah kebijakan IMF.
International Monetary and Financial Committee (IMFC) merekomendasikan penambahan kuota (keterwakilan suatu negara) bagi negara-negara anggota IMF, khususnya negara-negara emerging market. Lantas apa manfaat penambahan kuota tersebut bagi negara-negara emerging market, khususnya Indonesia?
Direktur Eksekutif IMF, Juda Agung menjelaskan penambahan kuota akan meningkatkan saham suatu negara di IMF. Naiknya saham akan menambah kekuatan negara tersebut dalam menentukan arah kebijakan IMF.
"IMF itu kan lembaga yang berbasis kuota. Manfaatnya tentu kuota ini menentukan saham, dia menentukan keputusan," kata dia, dalam konferensi pers, di lokasi IMF-World Bank Annual Meeting, Bali, Sabtu (13/10).
"Ada berbagai keputusan memang harus yang diambil berdasarkan 50 persen suara, 70 persen, 85 persen suara. Tentu negara yang memiliki suara yang lebih, dia bisa menentukan keputusan itu atau apakah dia kolaborasi dengan yang lain," lanjut dia.
Selain itu, Juda menambahkan bahwa penambahan kuota akan berpengaruh pada akses suatu Negara terhadap pendanaan yang berasal dari IMF.
"Akses kepada pendanaan IMF. Itu biasanya ada berbagai jenis skema pembiayaan IMF terkait dengan berapa persen yang bisa diakses negara tersebut berdasarkan kuota yang dimiliki. Seberapa besar sumber IMF bisa dipinjam dari IMF," ungkapnya.
Keuntungan tambahan lain adalah dengan penambahan kuota, negara-negara berkembang seperti Indonesia akan dapat mengirimkan lebih banyak wakilnya ke IMF. Ini tentu akan berpengaruh juga bagi suatu negara dalam menyuarakan kepentingannya.
"Hal lain seperti kepegawaian. IMF ini karena multinasional, dari 189 negara tentu saja pegawainya juga harus dari semua negara. Biasanya dilihat berapa sih sahamnya, kalau sahamnya banyak tentu pegawainya juga. Mau nggak mau yang kerja disitu akan menentukan keputusan yang diambil," tandasnya.
Baca juga:
Bos Alibaba Group bicara digital ekonomi di pertemuan IMF-Bank Dunia
Permudah transaksi delegasi di pertemuan tahunan IMF - WB
Jokowi buka rapat pleno pertemuan tahunan IMF - WB 2018
Pidato 'Game of Thrones' Presiden Jokowi tuai pujian dari bos IMF
Kunjungi pameran, Menteri Arief Yahya dikelilingi para 'bidadari'
Indonesia banjir pujian di pertemuan IMF-World Bank
Presiden Jokowi berpidato dalam Bali Fintech Agenda