LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Ini keuntungan di balik meningkatnya jumlah pekerja robot

Banyak orang mengatakan majunya teknologi justru akan mengambil alih semua pekerjaan yang dilakukan manusia. Namun, para advokat mengatakan lowongan pekerjaan yang dihasilkan dari pengembangan teknologi akan jauh lebih besar.

2018-10-04 06:00:00
Robot
Advertisement

Banyak orang mengatakan majunya teknologi justru akan mengambil alih semua pekerjaan yang dilakukan manusia. Namun, para advokat mengatakan lowongan pekerjaan yang dihasilkan dari pengembangan teknologi akan jauh lebih besar.

Dilansir CNBC, saat ini semakin banyak para wirausahawan yang menggunakan tenaga robot untuk mempercepat proses rekrutmen. Bahkan, hampir semua perusahaan Fortune 500 menggunakan otomatisasi untuk meningkatkan proses rekrutmen mereka.

Seperti platform Triplebyte yang digunakan oleh perusahaan raksasa San Francisco Bay seperti Apple dan Coinbase, untuk melakukan wawancara online dengan robot insinyur. CEO dan salah satu pendiri Triplebyte, Harj Taggar mengatakan, cara ini membuka peluang untuk menerima kandidiat yang lebih beragam yang biasanya tidak bisa dilihat oleh pekerja manusia.

Advertisement

Melalui cara ini, jumlah kandidat yang berhasil didapatkan melalui Triplebyte sebesar 40 persen, lebih tinggi di atas rata-rata industri yang hanya mencapai 20 persen. "Efektivitas perekrut (manusia) menurun karena perekrut mengejar semua orang yang sama," kata Taggar.

Seorang pakar ketenagakerjaan Amanda Augustine mengatakan, melalui cara ini, para pencari kerja merasa lebih dihormati karena penilaian dilakukan dengan mendetail.

Meski demikian, para perusahaan yang menggunakan teknologi dalam perekrutan harus hati-hati dan bisa merata. Awal tahun ini, ratusan perusahaan, termasuk Amazon dan Ikea, menghadapi gugatan atas tuduhan bahwa penggunaan iklan lowongan kerja yang ditargetkan di Facebook didiskriminasikan terhadap pencari kerja di usia 50-60-an.

Advertisement

"Meskipun penargetan mikro ini mungkin tampak seperti ide yang bagus untuk perusahaan yang mempromosikan produk atau layanan ke demografi tertentu, objektivitas menjadi sedikit keruh ketika menyangkut perekrutan," kata Agustinus.

Baca juga:
Intip pembuatan iPal, robot pintar sahabat anak-anak
Permintaan kebutuhan teknologi otomasi meningkat
Ilmuwan sebut manusia bakal tertarik dengan robot
Jika robot gantikan tugas koki pembuat pizza
JK yakin kehadiran robot di industri tak buat peran manusia hilang, ini alasannya
Canggihnya robot pembasmi gulma buatan Swiss

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.