LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Ini kata Rini Soemarno soal kereta cepat RI lebih mahal dari Iran

"Iran itu kereta biasa bukan kereta cepat," ucap Rini.

2016-01-30 16:52:29
Kereta Cepat
Advertisement

Presiden Joko Widodo telah melakukan ground breaking atau peletakan batu pertama proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Meski demikian, polemik masih terus bermunculan terkait kereta buatan China ini. Salah satunya adalah mengenai harga di Indonesia yang disebut lebih mahal dibanding Iran.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno menegaskan, proyek pembangunan kereta China di Iran bukanlah kereta cepat melainkan kereta biasa. Sehingga proyek tersebut tidak bisa dibandingkan dengan proyek kereta cepat di Indonesia.

"Iran itu kereta biasa bukan kereta cepat. Coba dicek sama kedutaan China atau kedutaan Iran. Jadi jangan apel dicampur sama sawo dong," ujar Rini kepada wartawan di Grand Kemang Hotel, Jakarta, Sabtu (30/1).

Advertisement

Selain itu, Rini mengatakan jika proyek kereta cepat ini tidak termasuk ke dalam proyek strategis seperti yang tercantum dalam Peraturan Presiden nomor 3 tahun 2016 tentang percepatan pelaksanaan proyek strategis nasional.

"Itu bukan. Enggak masuk dalam proyek (strategis) itu. Bukan, itu proyek kita. Proyek B to B. Itu kalau (proyek strategis) proyek swasta dan pemerintah. Ini kan nggak ada pemerintahnya lho kereta cepat," pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta klarifikasi China soal perbedaan nilai proyek kereta cepat di Indonesia dan Iran. Berdasarkan informasi diterimanya, harga proyek kereta cepat Jakarta-Bandung lebih mahal ketimbang di Iran.

Advertisement

Padahal, kedua proyek itu digarap oleh satu perusahaan: China Railway Enginering Corporation.

"Saya juga tadi sampaikan ke Dubes China untuk meminta verifikasi lebih lanjut atas informasi itu, dan dia janji untuk itu," kata JK seusai menerima kunjungan Duta Besar China untuk Indonesia Xie feng di kantornya, Jakarta, Kamis (28/1).

Dalam pertemuan tersebut keduanya memang membahas perihal proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.

Pembangunan kereta cepat di Indonesia dengan jarak 150 kilometer diperkirakan menelan dana hingga 5,5 miliar dolar AS. Sedangkan, pembangunan kereta cepat di Iran dengan jarak lebih panjang, 400 kilometer, hanya membutuhkan dana 2,73 miliar dolar AS.

Kedua proyek kereta cepat itu dibangun oleh China Railway Engineering Corporation. Uniknya, keduanya ditargetkan rampung pada 2018.

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.