Ini jurus Garuda Indonesia hapus rugi Rp 1,3 T di kuartal I-2017
PT Garuda Indonesia Tbk tengah membenahi diri usai mengalami kerugian mencapai USD 99,1 juta atau setara Rp 1,3 triliun pada kuartal I-2017. Pembenahan yang dilakukan adalah peningkatan pelayanan penumpang dan optimalisasi di maskapai penerbangan.
PT Garuda Indonesia Tbk tengah membenahi diri usai mengalami kerugian mencapai USD 99,1 juta atau setara Rp 1,3 triliun pada kuartal I-2017. Kerugian ini anjlok 11.969 persen dari periode sama 2016, yaitu rugi USD 800.000.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Pahala N. Mansury mengatakan pembenahan yang dilakukan adalah peningkatan pelayanan penumpang dan optimalisasi di maskapai penerbangan.
"Yang pertama, optimalisasi untuk pesawatnya. Lalu, melakukan efisiensi untuk overhead cost-nya kita. Kemudian, bagaimana kita terus meningkatkan pelayanan kepada para penumpang," ujar Pahala di Kantornya, Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Jumat (16/6).
Tak hanya itu, Garuda Indonesia juga akan meningkatkan agen-agen penjualan yang dimilikinya serta melakukan restrukturisasi rute-rute tujuan maskapai. Selain itu, pihaknya juga akan menurunkan biaya-biaya operasional perseroan.
"Kita juga berusaha untuk mendorong biaya-biaya untuk kita turunkan, meskipun belum tertutup, tapi bisa memperkecil lah," tegasnya.
Dengan begitu, Pahala berharap pemasukan perseroan sepanjang sisa tahun ini dapat menunjukkan trennya positif, sehingga dapat memperbaiki prestasi keuangan. Mantan Direktur Keuangan Bank Mandiri ini berharap dari para pemudik Lebaran yang ingin mengunjungi kampung halaman.
"Kita harapkan secara year-on-year kita secara pendapatan kita akan akan tumbuh sebesar 7 persen. Dengan efisiensi-efisiensi kita akan lihat kinerja Garuda di akhir tahun nanti seperti apa," pungkasnya.
Baca juga:
Garuda Indonesia dinobatkan maskapai pelayanan terbaik RI
Hari ini, Nam Air mulai terbang jurusan Jakarta-Banyuwangi
Ini penyebab Garuda Indonesia rugi hingga hingga Rp 1,3 triliun
Merger, Maskapai Tigerair kini gunakan bendera Scoot
Kementerian Perhubungan setujui 65.160 kursi tambahan untuk Citilink
Genjot pendapatan, Garuda Indonesia fokus garap rute internasional
Lebaran, Garuda Indonesia & Citilink siapkan 128.376 kursi tambahan