Ini cara untuk pengusaha UKM agar bisa bersaing di pasar bebas ASEAN
Para pengusaha UKM harus bisa bangun bisnis di dunia digital.
Pemilik Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Tanah Air saat ini masih kesulitan untuk bersaing di kancah global. Bahkan, pasar dalam negeri dengan 250 juta penduduk belum tergarap dengan baik.
Salah satu penyebab kendala ini adalah keterbatasan dunia digital. Padahal, Indonesia akan menghadapi kompetisi yang signifikan dari negara-negara lainnya saat Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA)diresmikan.
"Para pemilik bisnis UMKM perlu dibekali dengan berbagai pengetahuan berguna yang dapat diaplikasikan untuk membangun bisnis mereka di dunia digital," ucap CMO bDigital Indonesia, Andi Silalahi di Jakarta, Kamis (25/8).
Melihat kondisi ini, Andi meluncurkan 'Gerakan Nasional–Mari Berdigital: Menggerakkan Pemilik Bisnis UMKM di Era Digital' yang diadakan untuk membuka wawasan pelaku UMKM dalam era digital. Dia berharap, para pemilik UMKM dapat terinspirasi untuk berdigital dan mengaplikasikan ilmu yang mereka dapatkan.
Dia berpendapat pelaku usaha UMKM perlu mengetahui pembuatan dan pemanfaatan website dan e-commerce untuk UMKM, Google untuk UMKM, penyediaan solusi Employee Benefit (kesejahteraan karyawan) untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah, online payment gateway dan Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Dalam gerakan tersebut, para pengusaha UMKM dibantu oleh Google, PT ASTRA AVIVA LIFE (Astra Life), Veritrans, BNI, SMESCO, UKM Center, dan Universitas Indonesia. Hal itu membuat pengusaha UMKM terinspirasi untuk berdigital dan mengaplikasikan ilmu yang mereka dapatkan.
"Kita akan ada 50 event dan kerja sama dengan partner dan Google," ujar Andi.
Dari total 58 Juta pengusaha UMKM yang ada di Indonesia, Andi menargetkan 25 persen bisa menggunakan sistem digital dalam bekerja. Sehingga para pengusaha mikro bisa lebih muda mempromosikan dan bekerjasama antara pengusaha lainnya.
"Target kami 25 persen, akan dicapai dalam satu tahun ke depan 25 persen paling tidak mereka online," kata Andi.
Baca juga:
18,9 juta usaha di RI masih kategori PKL dan pedagang keliling
DPR nilai pengembangan UKM era Jokowi terhambat ego sektoral
Pemerintah gandeng Telkom bikin koperasi dan UKM melek internet
Sesudah batik, pemerintah dorong tenun jadi budaya nasional
Menkop UKM ungkap penyebab tingginya kesenjangan kaya-miskin di RI
WinMarket pede taklukan pasar UKM
Sempat Ditolak minimarket, manisan Buyung kini jadi buruan Jepang