Ini cara Sri Mulyani buat investor swasta tertarik garap infrastruktur RI
Paradigma baru pembiayaan infrastruktur dengan melibatkan swasta amat berkaitan dengan peran pemerintah dalam melindungi para investor dari berbagai ancaman tradisional, salah satunya fluktuasi nilai tukar.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani tengah serius memperbaiki kondisi perekonomian domestik. Ini dilakukan untuk membuat iklim pembiayaan infrastruktur, terutama oleh swasta semakin baik.
Dia menjelaskan, paradigma baru pembiayaan infrastruktur dengan melibatkan swasta amat berkaitan dengan peran pemerintah dalam melindungi para investor dari berbagai ancaman tradisional, salah satunya fluktuasi nilai tukar.
"Kita tahu bahwa infrastruktur rentan terhadap risiko maturity, komitmen panjang, serta risiko dari sisi mata uang. Kita mengundang pembiayaan dari luar yang revenue dalam mata uang lokal. Jadi risiko tradisional harus ditangani," kata dia, dalam 'Indonesia Investment Forum', Conrad Hotel, Bali, Selasa (9/10).
Selain itu, upaya lain yang dilakukan pemerintah Indonesia untuk menjadikan pembiayaan infrastruktur makin menarik adalah terus berusaha memperbanyak instrumen pembiayaan proyek infrastruktur oleh swasta.
"Kita berupaya sangat keras untuk memperkenalkan lebih banyak instrumen dan lebih banyak lembaga pembiayaan (di bawah pemerintahan)," ujar dia.
Dengan demikian, diharapkan pihak investor memiliki lebih banyak pilihan ketika hendak masuk dalam pembiayaan infrastruktur.
"Setiap negara tidak bisa menarik swasta untuk terlibat tanpa menciptakan keadaan makroekonomi yang stabil. Itu adalah pekerjaan Pak Perry (Gubernur BI), saya, dan Pak Wimboh (Ketua Dewan Komisioner OJK)," tegas dia.
Baca juga:
Menteri Rini sebut pelemahan Rupiah bikin investasi RI lebih menarik
Di IMF-World Bank, Menko Darmin beberkan cara tarik dana swasta untuk pembangunan
Bos BI ungkap 3 manfaat pembiayaan swasta di pembangunan infrastruktur
Sri Mulyani sebut paradigma pembiayaan infrastruktur harus berubah
OJK tawarkan skema pembiayaan infrastruktur baru di pertemuan tahunan IMF-World Bank
Gandeng Finlandia, RI target jadi pemasok utama produk pulp dan kertas dunia