Ini cara pemerintah kembangkan industri manufaktur Tanah Air
Berbagai cara dilakukan, salah satunya dengan meningkatkan daya saing produk industri yang dihasilkan. Upaya lain yang tengah dilakukan pemerintah saat ini adalah meningkatkan potensi sumber daya manusia yang dimulai dengan pendidikan vokasi atau berdasarkan keterampilan.
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian, I Gusti Putu Suryawirawan tengah mendorong pengembangan industri manufaktur Tanah Air. Berbagai cara dilakukan, salah satunya dengan meningkatkan daya saing produk industri yang dihasilkan.
"Kita harus upayakan meningkatkan produk ekspor kita jangan cuma produk yang jago di kandang. Selain itu, kalau punya tambang, CPO, jangan cuma dijual dalam bentuk mentah, harus bisa diolah sampai ke biodiesel. Lalu misalnya bagaimana membuat obat-obatan yang nilai tambahnya lebih tinggi," ujar Putu di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (8/3).
Putu mengatakan, upaya lain yang tengah dilakukan pemerintah saat ini adalah meningkatkan potensi sumber daya manusia yang dimulai dengan pendidikan vokasi atau berdasarkan keterampilan. Dengan adanya pendidikan vokasi, para siswa lulusan SMK diharapkan dapat langsung bekerja di industri atau bahkan menjadi pengusaha yang bergerak di bidang industri.
"Kemenperin dapat target 1 juta siswa selama tiga tahun sampai 2019. Sekarang kami tiap bulan launching pendidikan vokasi di suatu provinsi. Kemarin mulai Jatim, bulan ini Jateng dan bulan depan Jabar. Kita keliling industri besar sedang kecil, di mana lulusan smk itu bisa jadi bagian dari peningkatan daya siang industri nasional," ungkap Putu.
Hal lain yang menjadi perhatian pemerintah adalah terkait logistik dan infrastruktur. Di mana, pemerintah terus berupaya mengatasi masalah infrastruktur dengan harapan hasil produksi lebih mudah didistribusikan dan masyarakat memperoleh harga yang lebih murah.
"Masalah logistik dan infrastruktur juga menjadi perhatian kami. Perbaikan infrastruktur harus terus dilakukan, supaya tidak menghambat dan memperlambat pendistribusian logistik kepada masyarakat," ungkap Putu.
Baca juga:
Dukung program Sejuta Rumah, perusahaan genteng genjot produksi
Bos BKPM: Investor Eropa prihatin dengan tenaga kerja kita
Miris, miliki pasar besar tapi RI cuma punya satu pabrik kacamata
Saat ekonomi lesu, Mercedes-Benz catat penjualan 2 juta unit di 2016
Pemerintah pede industri otomotif RI bisa menjadi terbaik se-Asia