LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Ini cara pemerintah Jokowi transformasi sistem ketenagakerjaan

Co-CLASS menyepakati kerja sama tiga pihak dalam meningkatkan kapasitas kepemimpinan kolektif tiga sektor yaitu bisnis, pemerintah, dan masyarakat madani. Harapannya, kerja sama ini mampu mengatasi berbagai tantangan ketenagakerjaan ke depan.

2017-11-06 14:31:08
Tenaga Kerja
Advertisement

Menteri Tenaga Kerja, Muhammad Hanif Dhakiri mendukung penuh program Colective Creative Learning and Action for Sustainable Solution (Co-CLASS) yang diselenggarakan bersama-sama antara Kementerian Ketenagakerjaan bekerjasama dengan Yayasan Upaya Indonesia Damai atau juga dikenal United in Diversity (UID), Tsinghua University dan Universitas Paramadina.

Co-CLASS menyepakati kerja sama tiga pihak dalam meningkatkan kapasitas kepemimpinan kolektif tiga sektor yaitu bisnis, pemerintah, dan masyarakat madani. Harapannya, kerja sama ini mampu mengatasi berbagai tantangan ketenagakerjaan ke depan.

"Saya cukup terkejut dengan hasil program Co-CLASS ini karena meski hanya berlangsung selama kurang lebih lima bulan, program ini telah berhasil melakukan reformasi mental yang sangat penting untuk menghasilkan aksi nyata dalam mewujudkan sistem ketenagakerjaan yang berdaulat, mandiri, berlandaskan gotong royong dan rasa percaya," kata Hanif saat menutup program Co-CLASS angkatan pertama dikutip dari Antara, Senin (6/11).

Advertisement

Pendiri UID, Cherie Salim mengatakan, program ini telah diselenggarakan sejak pertengahan Juni lalu, yang meliputi enam kali workshop yaitu, orientation workshop, foundation workshop, sensing workshop, deepdive workshop, prototyping workshop, dan final workshop serta acara kelulusan.

"Kami merasa berbahagia, kami bisa merasakan semangat gotong-royong dalam setiap ide prototype yang ditampilkan dalam kegiatan kelulusan ini. Kami merasa optimis bahwa dengan adanya rasa saling percaya lintas sektor, pemerintah-bisnis-masyarakat madani, Bangsa dan Negara Indonesia akan mampu melewati tantangan dengan mengubahnya menjadi peluang. Dan itulah alasan utama mengapa kami mendirikan organisasi UID ini," kata Cherie Salim.

Menurutnya, metode pembelajaran Co-Class sangat membantu membuka wawasan peserta tidak hanya terhadap situasi saat ini, namun juga mampu membangun visi bersama terhadap sistem ketenagakerjaan seperti apa yang diidamkan oleh tri-sektor.

Advertisement

"Selain itu, melalui proses pembelajaran, peserta mampu membangun hubungan lintas sektor yang didasarkan pada rasa saling percaya sehingga memungkinkan terciptanya kolaborasi dan sinergi untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan bagi Indonesia," tambahnya.

Cherie Nursalim mengatakan, Co-Class sangat fleksibel sehingga bisa diterapkan pada sektor atau fokus isu apapun, karena subtansi pembelajaran dalam program ini adalah mengajak peserta untuk berpikir terbuka, hadir utuh dan sadar penuh dalam setiap kegiatan yang dilakukan, dan sebagai pemimpin harus rajin sensing atau blusukan.

"Melihat hasil yang dicapai, kami berharap program semacam Co-Class dapat dilanjutkan dan bisa dikembangkan ke sektor lain sehingga proses revolusi mental yang menjadi salah satu semangat pemerintah saat ini bisa tercapai," kata Cherie.

Baca juga:
Penggunaan robot semakin luas, pemerintah kaji dampak pada tenaga kerja manusia
Robot ancam tingkat pengangguran Indonesia semakin parah
Amerika Serikat, China dan India pimpin pengguna robot terbesar dunia
Said Iqbal: Digitalisasi timbulkan PHK serta tingkatkan pengangguran & kemiskinan
Perkembangan era digital, kehadiran robot mulai gantikan pekerjaan manusia

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.