Ini cara pedagang Pasar Glodok atasi rugi saat Rupiah melemah
Salah satu cara yang dilakukan pedagang agar tidak gulung tikar adalah menurunkan margin keuntungan dari penjualan. Keuntungan yang diturunkan berkisar antara Rp 50.000 sampai Rp 100.000 per unit.
Penguatan kurs Dolar Amerika Serikat (USD) terhadap Rupiah masih terus terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Rupiah bergerak di angka Rp 14.800 an, jauh meningggalkan target pemerintah dalam APBN 2018 sebesar Rp 13.400.
Pedagang elektronik Pasar Glodok, Kevin mengatakan, kenaikan Dolar hingga Rp 14.800 per USD memang diluar prediksi. Pihaknya pun melakukan segala cara agar tetap dapat menjalankan usaha.
"Sempat heran ya, kok bisa sampai Rp 14.800 an. Bingung saja gitu, kita kan jualan barang banyak dari luar ya. Sempat mikir saja, harus gimana," ujarnya di Pasar Glodok, Jakarta, Selasa (11/9).
Salah satu cara yang dilakukan pedagang agar tidak gulung tikar adalah menurunkan margin keuntungan dari penjualan. Keuntungan yang diturunkan berkisar antara Rp 50.000 sampai Rp 100.000 per unit.
"Ada beberapa yang kita turunkan keuntungannya. Ada yang Rp 50.000 ada yang Rp 100.000. Jadi kalau ditawar terlalu dalam, kita jelaskan kita cuma ambil untung sedikit," jelasnya.
Selain mengurangi margin keuntungan, pedagang juga mengurangi barang yang dibeli dari distributor. Untuk sementara, penjualan hanya mengandalkan barang yang masih ada.
"Kita tahan ambil barang dari distributor. Karena sudah pasti ambil sekarang mahal, dia pasti pakai kurs sekarang. Paling kalau ada yang pesan, mau barang type ini ya kita ambil. Tapi harganya kita kasih tau dulu. Biar kita nggak rugi," kata Kevin.
Kevin berharap pelemahan Rupiah bisa segera diatasi oleh pemerintah. Hal ini demi menjaga kelangsungan bisnis para pedagang. "Harapannya Rupiah kuat lagi. Biar kita jualan enak. Kita juga enggak punya modal besar kalau harus beli barang posisi kursnya mahal," tandasnya.
Baca juga:
Rupiah terkapar, harga barang elektronik naik hingga Rp 300.000
Sandiaga soal ukuran tempe setipis ATM: Jangan terlalu dramatis
BI klaim 90 persen korporasi punya utang asing sudah lakukan lindung nilai
5 Cara unik tangkal pelemahan Rupiah
BI soal Rupiah: Mata uang Australia & Selandia Baru juga melemah seperti kita
BI: Ironis jika ada yang sebut tahun ini seperti krisis 1998