Ini cara kedua Dahlan bentuk bank syariah terbesar di Indonesia
Dahlan sempat gagal dalam rencana awal yang ingin menggabungkan seluruh bank BUMN syariah menjadi satu.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan melanjutkan idenya untuk membuat bank syariah terbesar di Indonesia. Dahlan sempat gagal setelah ingin menggabungkan jadi satu semua bank syariah BUMN.
Rencana Dahlan kali ini adalah dengan menjadikan Bank Syariah Mandiri (BSM) menjadi besar. Dahlan meminta agar induk perusahaan yaitu Mandiri menyuntik modal agar ekuitas BSM mencapai Rp 5 triliun.
"Dulu idenya digabung (seluruh bank syariah BUMN) tapi mereka sulit bergabung karena masing-masing mempunyai cita-cita sendiri. Saya memberikan otonomi yang luas kepada direksi. Gagal menggabungkan bank syariah harus dicari cara lain," kata Dahlan di Gedung Sarinah, Jakarta, Kamis (3/10).
Dahlan menyebut saat ini BSM mempunyai ekuitas sekitar Rp 4,8 triliun. Dengan demikian, Mandiri tinggal menambahkan modal Rp 200 miliar lagi.
Dahlan menyerahkan kepada direksi bagaimana cara menambah modal. Apakah itu dengan menerbitkan obligasi atau cara lainnya. Banyaknya jumlah ekuitas ini juga menjadi salah satu alasan kenapa BSM ditunjuk menjadi bank syariah terbesar.
"Seperti mobil listrik, generasi pertama gagal nabrak tebing dan sekarang sudah jadi generasi kedua. Bank syariah pertama juga gagal, sekarang ada jalan kedua," katanya.
Modal Rp 5 triliun dibutuhkan BSM untuk menjadi bank syariah terbesar dan berkecimpung di bisnis jasa seperti pengelolaan dana haji. Dahlan yakin anak usaha Mandiri tersebut akan bisa melakukannya.
"Saya minta dipenuhi. Menjadi bank yang sangat besar mendapat kepercayaan lebih besar. Dana haji oleh UU diwajibkan bank syariah sampai saat ini belum terlaksana belum memenuhi standar bank syariah melakukan jasa seperti itu," tutupnya.
(mdk/bmo)