Ini cara Chevron berdayakan petani Suku Sakai
Petani Riau mulai gelisah. Lahan produktif yang luas di Kelurahan Pematang Pudu di Kabupaten Bengkalis, Riau terus terbengkalai. Tak banyak anggota masyarakat Suku Sakai, salah satu suku asli di Riau, yang mau memanfaatkan lahan tersebut untuk pertanian, peternakan atau kegiatan ekonomi lainnya.
Petani Riau mulai gelisah. Lahan produktif yang luas di Kelurahan Pematang Pudu di Kabupaten Bengkalis, Riau terus terbengkalai. Tak banyak anggota masyarakat Suku Sakai, salah satu suku asli di Riau, yang mau memanfaatkan lahan tersebut untuk pertanian, peternakan atau kegiatan ekonomi lainnya.
"Apalagi sebagian besar masyarakat Suku Sakai masih memilih menjadi petani yang berpindah-pindah," ujar Petani Suku Sakai, Mus Mulyadi, Kamis (4/5).
Mus ingin mengubah kondisi tersebut. Lahan yang terbengkalai bisa diolah menjadi sumber kehidupan bagi warga sekitar. Namun, mengubah budaya setempat tak segampang membalik telapak tangan. Perubahan tidak bisa dihela sendirian. Kala itu, dia memutuskan untuk mendatangi PT Chevron Pacific Indonesia (CPI), yang mengoperasikan lapangan migas di Riau.
"Dari perbincangan awal kondisi di kelurahan kami, akhirnya manajemen Chevron mau membina dan membantu masyarakat Sakai," katanya.
Chevron pun mendorong pembentukan Kelompok Pertanian Terpadu Suku Sakai di Kelurahan Pematang Pudu. Mus pun didapuk sebagai ketua. Pada tahap awal, masyarakat diberikan pembinaan dan pelatihan terlebih dahulu. Tidak langsung diberikan bibit atau pakan untuk ternak. Setelah diberikan pembinaan dan pelatihan, para petani diberikan bantuan sesuai dengan kebutuhan, antara lain pupuk dan pendampingan.
"Hasilnya memang positif. Komoditas pertanian dan perikanan yang dihasilkan mulai beragam antara lain kangkung, cabe, kacang panjang, ayam potong, ikan lele, ikan patin, bebek, dan burung puyuh. Sekarang Sakai bertani profesional," jelasnya.
Program pemberdayaan masyarakat Suku Sakai adalah salah satu program pembinaan pertanian terpadu yang merupakan bagian dari PRISMA (Promoting Sustainable Integrated Farming, Small Enterprise Cluster and Microfinance Access). PRISMA adalah sebuah inisiatif yang berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang menyasar para petani, pelaku usaha mikro, serta kelompok-kelompok swadaya masyarakat yang tersebar di wilayah operasi Chevron.
Menurut Senior Vice President Policy, Government and Public Affairs (PGPA) Chevron Yanto Sianipar, di Indonesia, pembinaan masyarakat Suku Sakai merupakan salah satu program investasi sosial di bidang pemberdayaan ekonomi masyarakat. Program tersebut bertujuan menciptakan kemandirian masyarakat melalui pelatihan pengembangan kapasitas, bantuan teknis, dan menawarkan bantuan pinjaman melalui lembaga keuangan mikro kepada kelompok tani, usaha kecil, dan koperasi.
“Program PRISMA telah mendukung lebih dari 1.200 mitra binaan. Pelaksanaannya mencakup 36 sektor, termasuk pertanian, perikanan, komoditas makanan olahan, industri kreatif seperti kerajinan tenun, batik, serta desa wisata berwawasan lingkungan dan budaya. Program ini juga membantu mendirikan sentra-sentra Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di sekitar wilayah operasi Chevron," kata Yanto.
Sementara itu, Ketua Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Padjadjaran, Risna Resnawaty mengapresiasi langkah Chevron dalam memberdayakan masyarakat, khususnya pengembangan pertanian terpadu pada masyarakat Suku Sakai. Pelaksanaan program CSR Chevron di wilayah operasi adalah untuk meningkatkan produktivitas dan mengembalikan pinjaman modal yang diberikan.
"Muaranya kan masyarakat tidak lagi bergantung pada perusahaan dan menjadi mandiri serta memiliki kemampuan untuk menyelesaikan persoalan mereka sendiri," pungkas Resna.
Baca juga:
Star Energy beli 3 aset PLTP Chevron senilai Rp 31 triliun
Api melalap 1 hektar lahar milik Chevron di Bukit Jin
DPR minta Luhut pelototi penggunaan dana cost recovery oleh Chevron
Petinggi Chevron sambangi Menko Luhut Panjaitan
Harga minyak longsor, utang raksasa migas cetak rekor
Dari 6.500 karyawan, Chevron Indonesia cuma butuh 4.880
Chevron protes pemerintah persulit eksplorasi panas bumi