LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Ini cara BI kurangi risiko sistemik pasar keuangan dalam negeri

Bank sentral akan membentuk lembaga proses kliring dan penjaminan transaksi pasar keuangan.

2016-07-21 11:27:50
Bank Indonesia
Advertisement

Bank Indonesia berencana akan membentuk lembaga proses kliring dan penjaminan transaksi pasar keuangan yang dilakukan antar pelaku pasar. Adapun lembaga ini nantinya bernama Central Counterparty (CCP), menempatkan dirinya antara pembeli dan penjual.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Mirza Adityaswara mengatakan, proses contract replacement yang dilakukan oleh CCP tersebut dinamakan proses novasi (penjamin).

"Tujuannya dari dibentuknya CCP untuk mengurangi risiko kredit dari counterparty (lawan transaksi) dan risiko sistemik dari suatu transaksi di pasar keuangan," ujar dia di kantornya, Jakarta, Kamis (21/7).

Advertisement

Menurut dia, tujuan lainnya pembentukan CCP ini untuk transaksi valuta asing, transaksi pasar uang, transaksi derivatif dan transaksi obligasi.

Adapun manfaat lainnya pembentukan CCP ini guna mengembangkan pasar keuangan domestik, di mana keberadaan CCP sebagai lembaga penjamin dan pengelola risiko diharapkan dapat mengurangi segmentasi yang terjadi saat ini di antara pelaku pasar, yang saat ini merupakan salah satu kendala dalam pengembangan pasar keuangan domestik.

Kemudian, proses multilateral netting yang dilakukan CCP terhadap penyelesaian transaksi berbagai pelaku pasar juga dapat mengurangi biaya penyelesaian transaksi sehingga pelaku pasar diharapkan dapat melakukan transaksi dengan volume yang lebih besar.

Advertisement

"Melalui CCP juga, maka pengenaan beban modal (capital charge) yang harus ditanggung pelaku pasar bisa lebih rendah sehingga bisa lebih efisien bagi pelaku pasar," jelas Mirza.

Lalu, lembaga CCP ini dapat menstabilkan pasar keuangan dan mengurangi risiko sistemik di pasar keuangan dan memitigasi risiko yang terkonsentrasi di CCP itu sendiri. Maka, melalui CCP ini transparansi dan pengawasan oleh regulator akan lebih baik sehingga langkah-langkah kebijakan premptive jika terdapat risiko di pasar derivatif yang dapat mengganggu stabilitas pasar keuangan.

"Sehingga nantinya keberadaan CCP dapat meningkatkan standarisasi manajemen risiko dari suatu produk pasar keuangan secara industri, karena CCP menetapkan teknik-teknik mitigasi risiko yang harus dipathui oleh anggota kliring," ungkap dia.

Baca juga:
BI pede pertumbuhan kredit bank terus menanjak tahun ini
Pengamat nilai penurunan BI rate belum rangsang ekonomi RI
Ada UU tax amnesty, bos BI yakin ekonomi RI tumbuh di atas 5 persen
Ada tax amnesty, Indonesia kebanjiran dana asing Rp 97 triliun
BI harus tambah cadangan emas hadapi Brexit dan Amerika Serikat
BI: inflasi selama Ramadan biasanya sekitar 0,9 persen
Jelang Lebaran, penukaran uang receh di Purwokerto capai Rp 3,4 T

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.