LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Ini alasan masyarakat sulit dapat pasokan premium

PT Pertamina membantah telah melakukan pembatasan penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis ‎premium. Namun, sulitnya masyarakat mendapat pasokan premium dikarenakan jumlah pasokan SPBU yang tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

2018-04-10 16:23:17
Pertamina
Advertisement

Direktur Pemasaran PT Pertamina (Persero) M. Iskandar membantah pihaknya telah melakukan pembatasan penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis ‎premium. Namun, sulitnya masyarakat mendapat pasokan premium dikarenakan jumlah pasokan SPBU yang tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Dia menjelaskan, saat selisih harga Premium dengan Pertalite di bawah Rp 1.000 per liter, membuat masyarakat berbondong-bondong beralih ke Pertalite. Namun kenaikan harga minyak dunia sepanjang 2017 berlanjut ke 2018 memaksa Pertamina menaikkan harga Pertalite, sepanjang Januari sampai Maret 2018 sebesar Rp 300 per liter.

Kondisi ini membuat jarak harga Premium dengan Pertalite semakin jauh, masyarakat pun beralih mengonsumsi Premium kembali. "Itu kembali ke aspek market, waktu harga rendah orang geser ke sana (Pertalite) semua, sehingga laku ke Pertalite semua. Tiba-tiba premium ditahan (harganya) Pertalite naik. Akhirnya orang kembali ke Premium," kata Iskandar, di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (10/4).

Advertisement

Saat konsumsi Premium mengalami kenaikan, pasokan SPBU belum disesuaikan dengan realisasi konsumsi yang ada. Kondisi ini membuat kesan Pertamina menjatahi pasokan Premium.

"Seperti pak menteri kunjungan ke Jatim, SPBU dipasok 4 hari sekali. Karena memang perilakunya seperti itu (saat konsumsi Pertalite tinggi) Premiumnya baru habis dikirim. Karena sudah geser ke Pertalite. Sekarang naik lagi (Premiumnya) sekarang sudah ditambah lagi," paparnya.

Meski demikian, Pertamina saat ini mulai mengembalikan pola pasokan Premium ke SPBU dan menyesuaikan dengan realisasi konsumsi masyarakat‎ agar tidak terjadi lagi kekurangan pasokan. Namun, hal ini tentunya tidak dapat dilakukan dengan cepat.

Advertisement

"Kemarin kan gap-nya tinggi, akhirnya pola itu tidak bisa semerta-merta balik‎," tandasnya.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Pemerintah ubah Premium di Jamali jadi BBM penugasan
Membongkar 4 rencana besar Jokowi atur penyaluran BBM di Tanah Air
Naikkan harga Pertamax Cs harus izin pemerintah, ini respons Pertamina
Ada aturan baru, pemerintah Jokowi akan tambah kuota Premium di 2018
Dalam penjualan BBM non-subsidi, ESDM hilangkan batas keuntungan minimal badan usaha

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.