LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Ini alasan Inalum pinjam uang dari bank asing beli saham Freeport

Direktur Utama PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) Budi Gunadi Sadikin akan meminjam uang untuk membeli 41,64 persen‎ ‎PT Freeport Indonesia senilai USD 3,85 miliar. Sumber pendanaannya berasal dari 10 bank asing.

2018-10-17 17:21:00
inalum
Advertisement

Direktur Utama PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) Budi Gunadi Sadikin akan meminjam uang untuk membeli 41,64 persen‎ ‎PT Freeport Indonesia senilai USD 3,85 miliar. Sumber pendanaannya berasal dari 10 bank asing.

Menurutnya, sumber pinjaman dari bank asing dipilih Inalum untuk menghindari dolar Amerika Serikat (AS) keluar negeri. Jika menggunakan perbankan dalam negeri, maka stok dolar AS yang ada di dalam negeri akan berkurang, hal ini akan berujung pada pelemahan rupiah.

"Kita disupport perbankan asing atau luar, tapi tidak dari China. Kalau ditanya kenapa pakai bank dalam negeri supaya tidak ada uang keluar," kata Budi, saat rapat dengan Komisi VII DPR, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (17/10).

Advertisement

Dia menargetkan, Inalum sudah mengantungi uang pinjaman pada November‎ 2018, sehingga pembelian 41,64 persen saham Freeport Indonesia dapat dilunasi pada Desember 2018. Dengan begitu saham Freeport Indonesia yang dimili pihak nasional genap menjadi 51 persen.

‎"Inalum akan finalisasi pendanaannya November sudah selesai, sehingga bisa melakukan penyelesaian divestasi di bulan Desember," tandasnya.

Sebelumnya, Budi mengatakan, transaksi ‎pelunasan pembelian 41,64 persen saham Freeport Indonesia akan dilakukan dengan dua pihak, yaitu Freeport McMoran dan Rio Tinto sebagai pemilik 40 persen hak partisipasi pengelolaan tambang Grasberg di Papua.

Advertisement

Pelunasan pembayaran keduanya, ditargetkan bisa selesai pada Desember 2018. "Rencananya insyallah akan kita selesaikan bulan Desember antara dengan Rio Tinto dan Freeport,"‎ kata Budi, di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (17/10).

‎Budi mengungkapkan, dana yang dibutuhkan untuk membeli 41,64 persen saham Freeport Indonesia sebesar USD 3,85 miliar. Saat ini Inalum sedang melakukan finalisasi pinjaman untuk membeli saham tersebut.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Inalum beri pinjaman USD 900 juta ke Pemda Papua miliki saham Freeport
Inalum targetkan pembelian saham Freeport lunas Desember 2018
Divestasi saham Freeport, 3 bank mundur beri pinjaman ke Inalum
Inalum diminta tunggu Freeport selesaikan masalah lingkungan sebelum bayar saham
Pemerintah Jokowi dipuji bisa miliki 51 persen saham Freeport Indonesia

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.