LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Ini akibat buruk keputusan SBY menunda akuisisi BTN oleh Mandiri

Penundaan akuisisi akan membuat perbankan nasional tidak berdaya di Pasar Bebas ASEAN.

2014-05-04 11:41:01
akuisisi
Advertisement

Penundaan akuisisi Bank Tabungan Negara (BTN) oleh Bank Mandiri yang diputuskan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dinilai akan mengurangi kepercayaan perbankan nasional dalam menghadapi pasar bebas ASEAN di bidang perbankan pada 2020 mendatang. Seharusnya, perbankan nasional mulai tahun ini sudah mampu mengoptimalkan penambahan modal dengan cara konsolidasi.

Direktur Utama Bank Mandiri, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan untuk menghadapi Ekonomi ASEAN pada 2020 perbankan nasional mempunyai tiga cara untuk menambah modal, salah satunya dengan konsolidasi dengan perbankan nasional lainnya. Jika cara ini tak juga berhasil masih ada cara lain seperti laba di tahan dan juga melakukan right issue(penerbitan saham baru).

"Meski dalam Ekonomi ASEAN khusus perbankan masih 2020, harus disiapkan dari sekarang meski punya waktu lima tahun. Memang salah satunya cara paling bisa terjadi melakukan konsolidasi. Negara kita paling besar di ASEAN, malu jika tidak nomor satu di ASEAN, kalau tidak jadi nomor satu pasti ada yang salah," ujarnya di Lapangan Senayan, Jakarta, Minggu (4/5).

Menurutnya, proses konsolidasi perbankan nasional marak terjadi. Secara substansi untuk menjadi besar menghadapi persaingan di ASEAN maka konsolidasi harus terjadi dan tidak perlu dipolitisir. "Kita kalah 5 kali lipat dengan modal perbankan ASEAN lain."

Jika perbankan nasional ingin menambah modal untuk menghadapi ekonomi ASEAN 2020 dengan melakukan laba di tahan ataupun right issue maka kedua jalan tersebut bisa dijalankan. Namun, ada beberapa kendala yang harus dihadapi.

"Kalau laba ditahan, kan ada program pemerintah tidak bisa 100 persen karena dividen. Sedangkan right isu ini ada keterbatasan sebagai bank negara krn pemerintah 60 persen kepemilikan, misal kalau kita right isu sebesar Rp 20 triliun itu bisa, tapi adanya pemerintah harus setor 60 persen," papar dia.

Untuk itu, cara memungkin adalah melakukan konsolidasi. "Cuma masalahnya antara subtansi dan politis. Harus yang penting konsolidasi memang penting. Semua ini tergantung pemerintah untuk proses merger nantinya. Itu keputusan di jajaran pemilik.  Kalo diminta kita siap dan itu bagus untuk kita lakukan. Jalan atau tidak jalan itu urusan pemilik," tegasnya.

Saat disinggung mengenai penundaan Bank Mandiri mengakuisisi Bank BTN dirinya menjawab bahwa keputusan ini sepenuhnya ada di tangan pemegang saham. Jadi aksi korporasi ini bukan jajaran direksi yang mengendalikan.

"Proses akuisisi BTN kita mengikuti arahan pemegang saham. Yang memutuskan merger kan pemegang saham bukan jajaran direksi. Kita gimana pemegang saham saja," tutupnya.(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.