LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Ini 4 faktor penyebab ketimpangan kaya-miskin versi bos Bappenas

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2015-2019, pemerintah menargetkan tingkat kemiskinan bisa menurun menjadi 7-8 persen dari angka baseline 11,2 persen di 2015. Demikian angka ketimpangan diharapkan menurun dari 0,408 di 2015 menjadi 0,36 di 2019.

2017-08-09 12:01:15
Ekonomi Indonesia
Advertisement

Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan bahwa pemerintah terus fokus dalam mengurangi tingkat ketimpangan kaya-miskin serta angka kemiskinan sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo.

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2015-2019, pemerintah menargetkan tingkat kemiskinan bisa menurun menjadi 7-8 persen dari angka baseline 11,2 persen di 2015. Demikian angka ketimpangan diharapkan menurun dari 0,408 di 2015 menjadi 0,36 di 2019.

Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah harus memperhatikan 4 faktor utama yang mendorong ketimpangan pada generasi sekarang dan masa depan. Pertama, ketimpangan peluang sejak awal kehidupan yang mempengaruhi kualitas sumber daya manusia. Kedua, pekerjaan yang tidak merata. Ketiga, kekayaan yang terkonsentrasi pada sekelompok orang. Dan keempat, ketahanan ekonomi yang rendah.

Advertisement

"Kita harus mengatasi ketimpangan dan kemiskinan dengan lebih agresif. Karena kita bisa mengurangi ketimpangan dan kemiskinan, tapi selama ini kita kurang agresif," kata Bambang di The Westin Hotel Jakarta, Rabu (9/8).

Menurutnya, kepemilikan aset dapat menjadi salah satu faktor penentu dalam mengurangi ketimpangan. Tanpa aset produktif yang memadai, masyarakat ekonomi bawah tidak dapat keluar dari kemiskinan serta tidak dapat meningkatkan pendapatannya.

Selain itu, tanpa aset yang memadai, keluarga rentan tidak dapat berinvestasi yang cukup untuk masa depan anak anak mereka. Hal demikian akan berulang terus menerus dalam suatu siklus, dan menjadi lingkaran setan (vicious circle).

Advertisement

"Pertumbuhan ekonomi sebenarnya dinikmati oleh semua kelompok. Tapi perbaikannya justru yang berbeda. Di mana perbaikan gini pada kelompok menengah ke atas bisa lebih baik, namun yang di bawah tetap stagnan. Ini yang harus diperhatikan," tutupnya.

Baca juga:
Wapres JK sebut perbedaan gaji buat ketimpangan ekonomi sulit hilang
Jokowi: Pertama dalam sejarah, indeks pembangunan manusia naik level
IDF 2017, pemerintah cari solusi kurangi ketimpangan di Indonesia
Kata pengusaha soal usainya aksi mogok kerja SP JICT
Jurus pemerintah Jokowi agar garam tak lagi impor dari Australia

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.