LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Ini 3 cara bisa dilakukan pemerintah dalam genjot kinerja ekspor

"Menurut saya pariwisata tuh belum digarap. Saat ini banyak pariwisata tuh cuma domestik, tapi sebenarnya dari Asia tuh paling tinggi China, Jepang dan beberapa negara lain sekarang mulai muncul disini. Jadi kita harus garap," kata Aviliani.

2018-08-07 18:08:10
ekspor impor
Advertisement

Pengamat ekonomi, Aviliani menyebutkan setidaknya ada 3 hal yang bisa diupayakan pemerintah untuk menggenjot kinerja ekspor. Pertama yang bisa dilakukan untuk mendongkrak pendapatan devisa adalah dengan cara memaksimalkan ekspor jasa yaitu sektor pariwisata.

"Menurut saya pariwisata tuh belum digarap. Saat ini banyak pariwisata tuh cuma domestik, tapi sebenarnya dari Asia tuh paling tinggi China, Jepang dan beberapa negara lain sekarang mulai muncul di sini. Jadi kita harus garap," kata Aviliani saat ditemui dalam sebuah acara diskusi di Jakarta, Selasa (7/8).

Dalam pandangannya, sektor pariwisata RI terkesan masih dikelola dengan cara ego sektoral. Akan lebih baik jika ada koordinasi khusus yang mengurusi bidang pariwisata.

Advertisement

"Persoalan kita tuh garapnya masing-masing. Akomodasi sendiri, transportasi sendiri. Ini harus membentuk tim untuk mendatangkan (wisatawan), itu devisanya besar banget," ujarnya.

Yang kedua adalah pasar makanan halal. Di mana saat ini ekspor makanan halal terbesar dikuasai oleh negara tetangga yaitu Thailand. Padahal sebagai negara dengan mayoritas umat beragama muslim, Indonesia mempunyai peluang untuk masuk ke pasar makanan halal.

"Kedua yang saya lihat potensi kita adalah industri berbasis pangan tuh yang halal ya. Sekarang kan Thailand yang ekspor tertinggi, harusnya kita bisa. Nah itu juga harus digarap," ujarnya.

Advertisement

Terakhir, dia menyarankan agar adanya pengurangan impor bahan baku untuk industri farmasi dalam negeri. "Farmasi tuh saya melihatnya sekarang 95 persen impor ya. Kenapa? Karena kita masih menggunakan bahan baku impor."

Padahal, Indonesia cukup kaya akan sumber obat-obatan alami. Jika bisa meniru China, bukan tidak mungkin RI bisa menjadi negara yang terkenal dengan obat-obatan herbal.

"Sebenarnya kita punya herbal, seperti China itu kan pakai herbal itu ternyata dia mampu mengekspor terbesar juga kan, itu juga belum digarap. Jadi masih memungkinkan dalam waktu 5 tahun ke depan ini merubah orientasi ekspor kita yang hanya CPO dan batu bara."

Baca juga:
Sri Mulyani dicurhati pengusaha soal susahnya ekspor Indonesia ke Korea dan Eropa
Bappenas sebut penundaan proyek infrastruktur tak akan ganggu ekonomi RI
Depan pengusaha, Sri Mulyani beberkan pentingnya ekspor bagi ekonomi Indonesia
Bea Cukai sebut sekitar 500 eksportir belum manfaatkan kemudahan dari negara
Kemendag arahkan importir datangkan kurma dan minyak zaitun dari Palestina
Kemendag blak-blakan soal kondisi perdagangan Indonesia - Palestina

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.