LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Ingin Terapkan Lockdown, Pemda Harus Siap Tanggung Pelemahan Ekonomi

Kasus Covid-19 di Indonesia terus mengalami peningkatan signifikan beberapa hari terakhir. Bahkan beberapa daerah berencana untuk melakukan penutupan total atau lockdown. Hal ini dipertimbangkan, karena upaya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) tidak berjalan efektif.

2021-06-20 16:00:00
Lockdown
Advertisement

Kasus Covid-19 di Indonesia terus mengalami peningkatan signifikan beberapa hari terakhir. Bahkan beberapa daerah berencana untuk melakukan penutupan total atau lockdown. Hal ini dipertimbangkan, karena upaya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) tidak berjalan efektif.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Pitter Abdullah mengatakan, jika lockdown menjadi pilihan sejumlah daerah untuk meminimalisir penyebaran virus corona, maka daerah juga harus bersiap untuk menerima risiko pelemahan ekonomi.

"Apabila daerah-daerah melakukan lockdown secara ketat, membatasi aktivitas sosial ekonomi tentu saja akan berdampak kepada perekonomian," jelas dia kepada merdeka.com, Minggu (20/6).

Advertisement

Meski begitu, Piter melihat besar atau buruknya dampak ekonomi daerah tersebut sangat bergantung juga kepada berapa lama lockdown dilakukan. Jika sebentar, kemungkinan dampaknya kecil dan sebaliknya. "Semakin lama akan semakin besar dampaknya," tandas dia.

Sebelumnya, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X mempertimbangkan untuk menutup total alias lockdown Yogyakarta, mengingat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) tidak berjalan efektif. Sultan mengatakan, lockdown satu-satunya cara untuk menekan penyebaran Covid-19 yang kian menggila belakangan ini setelah PPKM tak berjalan efektif.

"PPKM ini kan sudah bicara nangani RT/RW [mengatur masyarakat paling bawah]. Kalau realitasnya masih seperti ini mau apa lagi, ya lockdown," tegas Sri Sultan, Jumat (18/6).

Advertisement

Lebih jauh Sri Sultan mengatakan Pemprov DIY telah membuat aturan hingga tingkat RT dan RW terkait pencegahan penularan Covid-19. Namun, pelaksanaan di lapangan tidak berjalan sesuai harapan.

"Kemarin Ingub No 15/INSTR/ 2021 maunya ada keputusan izin Kelurahan harus sampai atasan (camat) gitu loh dan sebagainya. Dengan harapan semakin ketat masyarakat [tidak berkerumun] gitu. Tapi kalau masih tembus arep apa meneh. Ya lockdown," jelasnya.

Baca juga:
DPRD DIY Dukung Sultan HB X Terapkan Lockdown Total
Menpan-RB: Tak Ada Istilah Kantor Lockdown, Pelayanan Masyarakat Harus Berjalan
Kasus Covid-19 di DIY Melonjak, Sultan HB Pertimbangkan Opsi Lockdown
Ketua DPRD Minta Pemprov DKI Terapkan Lockdown Mikro di RT/RW Zona Merah
22 Warga Positif Covid-19, Satu RT di Utan Kayu Selatan Dilockdown
26 Warga Positif Covid-19, Satu RT di Bekasi Dilockdown

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.